Demokrat Sukoharjo Gelar Aksi Hijau di Bantaran Bengawan Solo


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September mendatang, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukoharjo menggelar aksi kepedulian lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Kampung Jagan, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Minggu (23/8).

Aksi sosial tersebut dipusatkan di kawasan pinggiran Bantaran Sungai Bengawan Solo, sebuah wilayah terisolir yang dihuni sekitar 90 Kepala Keluarga (KK). Selain menjadi basis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal seperti produsen karak, ampyang, kok (shuttlecock), hingga peyek, wilayah tersebut kini mendapat perhatian khusus dalam penataan kebersihan dan penghijauan lingkungan.

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukoharjo, Purwadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Aksi kerja bakti difokuskan pada pembersihan lingkungan dan fasilitas pendidikan di MI Baitussalam serta Masjid Baitussalam, yang dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon.

Baca juga:  Masuki Musim Penghujan, Polresta Surakarta Cek Kesiapan Personel dan Peralatan SAR

“Penanaman pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo ini diawali secara simbolis dan ke depan rencananya akan disambung di sepanjang aliran sungai. Kami berharap pohon-pohon ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, menjaga lingkungan tetap hijau, dan udara tetap bersih,” ujar Purwadi di sela-sela kegiatan.

Purwadi menambahkan, aksi lingkungan ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan kemasyarakatan yang disiapkan DPC Partai Demokrat Sukoharjo dalam memperingati HUT seperempat abad partai. Sejumlah agenda hiburan rakyat dan perlombaan HUT RI ke-81 juga disiapkan, seperti senam bersama, gerak jalan, panjat pinang, hingga ragam lomba tradisional.

Sementara itu, Kepala MI Baitussalam Gadingan, Joko Wiranto, menyampaikan apresiasinya atas aksi nyata yang dilakukan Partai Demokrat di lembaga pendidikan dan lingkungan tempat tinggal warga setempat.

Baca juga:  Kemendikbudristek Akan Pangkas 237 PT di Jateng jadi 182 Saja

Joko menceritakan, MI Baitussalam berdiri sejak tahun 2005 di atas tanah wakaf seluas 1.714 meter persegi. Saat ini, sekolah tersebut menampung sekitar 292 siswa dari lima desa di sekitar Mojolaban dengan didukung 26 tenaga pengajar berstatus wiyata bakti (WB). Pihaknya berharap perhatian dari berbagai kalangan dan pemerintah dapat terus mengalir untuk peningkatan sarana dan prasarana gedung sekolah di daerah pinggiran tersebut. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...

Jaga Rantai Pasok dan Harga Bahan Pokok...

LDA Keraton Surakarta ...

Satu Tahun Rober – Adhe, Jalan Bebas...