JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menerima kunjungan kerja sama dan studi lapangan dari perwakilan Japan Red Cross yang berkolaborasi dengan mahasiswa serta akademisi dari Japanese Red Cross College of Nursing dan Toyota College / Toyota University (Jepang). Rangkaian agenda yang berlangsung selama tiga hari tersebut dipusatkan di fasilitas Griya PMI Peduli serta Markas PMI Kota Surakarta.
Kunjungan studi banding ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem pelayanan sosial, penanganan kemanusiaan, pengelolaan Unit Donor Darah (UDD), hingga manajemen keorganisasian. Selama kegiatan, para delegasi meninjau langsung aktivitas operasional penanggulangan bencana, fasilitas kesehatan, serta berinteraksi dengan warga binaan lansia terlantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Griya PMI Peduli.
Ka. Unit Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam A S.sn, M.Ikom, menyampaikan bahwa fasilitas penanganan lansia dan ODGJ terlantar berbasis pelayanan terpadu seperti Griya PMI Peduli merupakan salah satu inovasi layanan sosial yang unik di lingkungan PMI.
“Para delegasi dari Japan Red Cross dan Toyota University sangat antusias dan memberikan respons yang luar biasa positif. Mereka ingin mempelajari bagaimana PMI Kota Surakarta merawat serta memperlakukan lansia terlantar dan saudara-saudara kita ODGJ terlantar dengan penuh kemanusiaan. Kegiatan ini juga menjadi momentum berharga untuk saling membandingkan serta memperkaya pengalaman pelayanan sosial dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Riki Mirzam.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan sosial.
“Selama tiga hari ini, kami saling berbagi pengalaman dan sistem pelayanan kesehatan. Kami berharap hasil dari pertukaran ilmu ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan PMI Kota Surakarta. Sebaliknya, kami juga berharap rekan-rekan dari Palang Merah Jepang dapat membawa pulang pengalaman dan pembelajaran positif dari sini,” kata Sumartono.
Melalui sinergi ini, kedua pihak membuka peluang kerja sama balasan dan diskusi interaktif terkait tantangan pelayanan kesehatan, manajemen relawan, hingga inovasi donor darah guna mempererat hubungan kemanusiaan lintas negara secara berkelanjutan. (dea/rit)




