Pati Usulkan Pusat untuk Renovasi Alun-Alun Kembangjoyo


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengusulkan anggaran kepada pemerintah pusat untuk merenovasi Alun-Alun Kembangjoyo. Pemkab berharap kawasan tersebut dapat kembali menjadi ruang publik yang representatif sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” di Alun-Alun Kembangjoyo, Senin malam (31/8).

Chandra mengatakan, Alun-Alun Kembangjoyo ke depan juga akan dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Car Free Night (CFN). Kegiatan tersebut tidak hanya akan digelar di Jalan Sudirman.

“Car Free Night itu tidak hanya nanti kami laksanakan di Jalan Sudirman. Nanti juga akan kami laksanakan di Alun-Alun Kembangjoyo,” kata Chandra.

Menurutnya, pengaktifan kembali kawasan tersebut perlu diiringi dengan penataan dan pembaruan fasilitas. Dengan luas kawasan yang masih memungkinkan untuk dikembangkan, Alun-Alun Kembangjoyo dinilai berpotensi menjadi ruang berkumpul alternatif bagi masyarakat Pati.

Baca juga:  Ratusan Petani Demo di Depan Kantor Bupati Pati

Chandra berharap usulan anggaran dari pemerintah pusat dapat terealisasi sehingga renovasi segera dilakukan.

“Semoga anggaran dari pemerintah pusat bisa terealisasi untuk kita bisa melaksanakan pembangunan Alun-Alun Kembangjoyo dengan lebih megah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan alun-alun juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, termasuk para pedagang kaki lima (PKL). Ruang publik yang tertata dan ramai dinilai dapat menjadi wadah aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Alun-alun tercinta ini selalu kita banggakan, selalu kita harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Pati,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati. Menurutnya, situasi daerah yang aman dan tenteram menjadi modal penting bagi berlangsungnya berbagai aktivitas masyarakat.

Baca juga:  Inovasi Posyandu Kajen Bisa jadi Contoh Desa Lain

“Mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk menciptakan kondusivitas Kabupaten Pati,” ujarnya.

Chandra juga mengapresiasi para PKL yang terus berupaya menjalankan aktivitas usaha secara tertib. Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan para pedagang tetap terjaga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Sementara itu, Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” mengangkat cerita sejarah serta tokoh leluhur Pati. Dalam sambutannya, Chandra menyinggung sosok Ki Ageng Penjawi dan Mbah Wasis Joyokusumo sebagai bagian dari sejarah daerah yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.

Ia mengajak masyarakat mengambil nilai-nilai dari sejarah dan perjuangan para leluhur, sekaligus menjaga potensi daerah agar Kabupaten Pati terus berkembang.

Pagelaran tersebut dihadiri anggota DPRD, jajaran perangkat daerah, kepala OPD, Camat Pati, Lurah Kalidoro, perwakilan PKL, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...