24 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Etika Berkendara di Musim Hujan, Menepi Sembarangan Justru Mengundang Bahaya

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur di bulan Januari sering kali datang tiba – tiba. Bagi pengendara sepeda motor, refleks pertama yang muncul biasanya adalah segera menepi untuk memakai jas hujan atau berteduh. Namun, di balik urgensi untuk tetap kering, ada etika dan prosedur keselamatan yang sering kali dilupakan.

Fenomena yang paling sering kita jumpai di kota – kota besar seperti Semarang atau Solo adalah penumpukan motor di bawah underpass atau jembatan saat hujan lebat. Secara etika dan keselamatan, ini adalah kesalahan fatal.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto mengatakan, ketika kita menepi di bawah jembatan dan memakan sebagian badan jalan, berarti kita menciptakan penyempitan arus (bottleneck). Hal ini dikarenakan, dalam kondisi hujan jarak pandang pengemudi lain terutama kendaraan besar seperti bus dan truk akan sangat terbatas.

Aspal yang licin membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Berhenti di area tersebut bukan hanya egois karena menghambat orang lain, tapi juga menempatkan diri kita sebagai “sasaran empuk” tabrak belakang.

Baca juga:  Pasokan Listrik PLN Andal, Rangkaian Peringatan HUT RI Berlangsung Khidmat dan Meriah

Mengelola empati dalam jarak pandang terbatas menjadi sangat penting. Etika berkendara saat cuaca buruk adalah tentang empati. Kita harus sadar bahwa saat hujan, semua orang berada dalam posisi sulit.

Gunakan Lampu Utama: Ini bukan hanya agar bisa melihat, tapi agar terlihat. Jangan gunakan lampu hazard saat berjalan, karena akan membingungkan pengendara di belakang.

Berikan Ruang: Jika melihat pengendara lain yang tampak kesulitan atau goyah karena terpaan angin (crosswind), berilah ruang lebih luas. Jangan justru diklakson secara agresif.

Prosedur menepi yang aman jika harus memakai jas hujan, lakukanlah dengan kepala dingin melalui langkah – langkah berikut:
– Jangan Berhenti Mendadak: Kurangi kecepatan secara bertahap dan nyalakan lampu sein kiri jauh sebelum posisi berhenti.

Baca juga:  Pemerintah Dorong Lulusan SMK Siap Bekerja di Luar Negeri

– Cari Lokasi Luas: Carilah area yang jauh dari badan jalan, seperti pelataran ruko, SPBU, atau halte yang memiliki kantong parkir.

– Pastikan Visibilitas: Jika terpaksa berhenti di bahu jalan, pastikan motor berada di luar garis putih dan lampu belakang tetap menyala agar pengendara lain menyadari keberadaan Anda.

Hujan adalah ujian bagi kesabaran dan kemanusiaan kita di jalan raya. Bahwa sehelai jas hujan tidak lebih berharga daripada nyawa Anda. Menepi dengan terburu – buru tanpa perhitungan hanya demi menghindari basah adalah bentuk kegagalan dalam manajemen risiko.

“Jika langit sudah mendung, pakailah jas hujan sebelum hujan turun di tempat yang aman, bukan saat hujan sudah deras di tengah kemacetan. Jangan biarkan keinginan untuk berteduh justru mencelakai orang lain yang sedang berjuang menembus badai.” ujar Oke.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...