28 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

38 TK – RA Meriahkan Festival Drumband YPMNU Pati




JATENGPOS.CO.ID, PATI – GOR Pesantenan Pati bergemuruh oleh dentuman drumband dan sorak penonton. Sebanyak 38 kelompok drumband dari TK dan RA se-Kabupaten Pati tampil dalam Festival Drumband yang digelar Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati, kemarin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU dengan tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas Menuju Kemandirian”. Tidak ada juara satu, dua, atau tiga. Seluruh peserta pulang membawa piala sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kemandirian mereka.

Ketua YPMNU Kabupaten Pati sekaligus Ketua Panitia, Hj Nur Laeli, menyebut animo tahun ini meningkat.

“Festival ini tidak kami lombakan, tetapi semua peserta mendapatkan piala. Tujuannya agar anak-anak senang, bahagia, dan merasa bangga atas kemandirian serta kreativitas yang mereka tampilkan,” ujarnya.


Tahun lalu festival diikuti 33 peserta. Tahun ini naik menjadi 38 kelompok dari berbagai kecamatan. Kenaikan jumlah peserta menunjukkan antusiasme sekolah dan orang tua terhadap kegiatan pengembangan karakter anak usia dini.

Baca juga:  Polres Kudus Bongkar Praktik Oplosan LPG Bersubsidi, Pelaku Terancam Denda Rp 60 Miliar

Hj. Nur Laeli juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Cabang Muslimat NU Pati, PAC Muslimat se-Kabupaten Pati, para guru, orang tua, serta donatur yang mendukung acara baik secara materi maupun tenaga.

Ketua PC Muslimat NU Pati, Dr. Hj. Umi Hanik, menegaskan pendidikan anak usia dini adalah fondasi menuju Indonesia Emas. Guru dan orang tua harus menjadi Uswatun Hasanah bagi anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih terampil dan inovatif. Kita ingin mencetak generasi yang berkualitas, berakhlakul karimah, dan mampu membawa kemajuan bagi peradaban bangsa,” katanya.

Umi Hanik mengingatkan bahwa tumbuh kembang anak tidak bisa lepas dari sinergi pendidikan dan kesehatan. Keduanya harus berjalan beriringan agar anak tumbuh optimal secara fisik, mental, dan spiritual.

Plt Bunda PAUD Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, hadir membuka acara. Ia menekankan drumband bukan sekadar pertunjukan musik. “Drumband bukan sekadar musik, tapi melatih irama, rasa percaya diri, kedisiplinan, kekompakan, hingga motorik kreatif. Inilah pondasi utama pembangunan SDM kita,” tegasnya.

Baca juga:  Terduga Penipu Rekrutmen Pegawai RSUD Kudus Ditahan

Dwi Risma berpesan agar orang tua dan guru terus mendampingi anak tanpa membebani target juara. “Ini bukan soal siapa yang juara, tapi soal keberanian anak-anak untuk tampil. Mari kita dampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan percaya diri,” tandasnya.

Sejak pagi, GOR Pesantenan dipenuhi warna-warni kostum drumband. Para siswa TK-RA dengan langkah tegap memukul drum, meniup terompet, dan memainkan bendera. Orang tua di tribun tak henti merekam dan memberi semangat.

Suasana riuh namun tertib itu mencerminkan semangat kolektif warga Pati dalam membangun generasi muda. Festival ini menjadi ruang aman bagi anak untuk tampil, salah, belajar, dan dirayakan.

Bagi YPMNU, keberhasilan acara bukan diukur dari piala, melainkan dari senyum anak-anak yang pulang dengan rasa bangga karena telah berani tampil di depan ribuan pasang mata. Dari GOR Pesantenan, optimisme tentang masa depan Bumi Mina Tani terdengar jelas lewat irama drumband anak-anak.(Ida/rit)

 




TERKINI




Rekomendasi

...