32.4 C
Semarang
Minggu, 26 April 2026

Viral Memasak di Kereta, KAI Tegaskan Larangan Penggunaan Stop Kontak




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menegaskan aturan penggunaan fasilitas stop kontak di dalam kereta api. Penegasan ini menyusul viralnya konten di media sosial yang memperlihatkan dugaan aktivitas memasak mi instan menggunakan kompor listrik selama perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyampaikan, stop kontak di kursi penumpang hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik berdaya rendah. Penggunaan di luar ketentuan dinilai berisiko terhadap keselamatan perjalanan.

“Penggunaan stop kontak untuk peralatan berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, maupun hair dryer sangat tidak diperbolehkan karena berpotensi membahayakan dan mengganggu kenyamanan pelanggan,” tegasnya.

Ia mengatakan, KAI saat ini masih melakukan penelusuran terkait kebenaran konten yang beredar di media sosial tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan dan kualitas layanan kepada pelanggan.


Baca juga:  Ramadhan, Penggunaan Gas Bumi Meningkat

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan informasi tersebut, sekaligus memastikan sistem keselamatan tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan perangkat berdaya besar secara bersamaan dapat menimbulkan beban listrik berlebih. Kondisi ini berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta api secara keseluruhan.

KAI juga mengingatkan pelanggan untuk menggunakan fasilitas stop kontak secara bijak sesuai aturan. Perangkat yang diperbolehkan hanya gadget pribadi seperti handphone, tablet, dan laptop.

Selain itu, pelanggan dilarang menggunakan alat elektronik rumah tangga berdaya tinggi maupun mengisi daya powerbank di dalam kereta. Penggunaan juga diminta dilakukan bergantian serta memastikan perangkat tidak mengalami panas berlebih.

“Kami mengimbau pelanggan untuk menjaga ketertiban dan segera melapor kepada petugas jika menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan selama perjalanan,” jelasnya.

Baca juga:  Program JKN Terus Transformasi

Luqman menambahkan, pelanggan juga diminta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi informasi dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“KAI mengajak seluruh pelanggan untuk tetap tertib dan memastikan informasi yang diterima telah terverifikasi,” tandasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...