UDD PMI Se-Jateng DIY Rakernis di Bandungan, Dorong Penguatan Jejaring Digitalisasi Layanan Donor Darah


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sebanyak puluhan pengelola Unit Donor Darah PMI dari Jawa Tengah dan DIY berkumpul di Hotel Wahid Bandungan pada 6–8 Juli 2026. Mereka mengikuti Rapat Kerja Teknis Regional 3 UDD PMI untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan mutu pelayanan transfusi darah di Indonesia.

Pembukaan resmi dilakukan Selasa (7/7/2026) oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat, yang mewakili Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha. Gong dibunyikan sebagai tanda dimulainya rakernis yang dihadiri jajaran PMI Pusat, PMI Jateng, PMI DIY, hingga pengelola UDD kabupaten/kota.

Turut hadir Kepala UDD Pusat PMI Dr. dr. Ni Ken Ritchie, M.Biomed, Kabid Pengembangan UDD PMI Pusat dr. Linda Lukitari, Ketua UDD PMI Jateng dr. Hartanto, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, serta Ketua UDD PMI Kabupaten Semarang dr. Diyah Fitriyani.Mutu dan Keamanan Jadi Prioritas Utama

Dalam sambutannya, dr. Ni Ken Ritchie menegaskan arah kebijakan PMI ke depan adalah penguatan jejaring antar UDD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun antarprovinsi.


“Penguatan jejaring ini penting untuk memastikan ketersediaan darah yang merata. Terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan di satu wilayah,” ujarnya.Ia juga menyorot capaian penting: seluruh UDD di Jawa Tengah saat ini telah terakreditasi dan memenuhi standar nasional.

“Dengan akreditasi ini, kami jamin darah yang dikelola aman untuk dimanfaatkan para pasien yang membutuhkan transfusi,” tegasnya.

Baca juga:  Sakit Syaraf Kejepit Mujiyati Warga Ungaran Sembuh Berkat Pengobatan Gratis Program JKN

Akreditasi menjadi tolok ukur mutu pelayanan UDD yang mencakup keamanan proses, kelayakan fasilitas, kompetensi SDM, hingga sistem manajemen mutu.Digitalisasi Lewat SIMDODAR untuk Layanan Lebih Cepat

Selain mutu, PMI juga mendorong digitalisasi layanan donor. Para pengelola UDD diminta memperkuat implementasi Sistem Informasi Donor Darah atau SIMDODAR.Melalui aplikasi ini, calon pendonor bisa melakukan registrasi online, mengecek riwayat donasi, menerima pengingat jadwal donor, hingga mencari lokasi UDD terdekat.

“Prioritas kami adalah pelayanan yang cepat, aman, dan berbasis data. Dengan SIMDODAR, proses jadi lebih efektif dan transparan,” jelas dr. Ni Ken.Digitalisasi ini juga menjadi strategi PMI untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Data yang terintegrasi memudahkan pemantauan stok darah dan distribusi ke rumah sakit.UDD: Tulang Punggung Penyedia Darah Nasional

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinkes, Bupati Ngesti Nugraha menyebut peran UDD PMI sangat vital dalam sistem kesehatan daerah.

“Keberadaan UDD PMI yang menyediakan darah aman, cukup, dan berkualitas sangat mendukung pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Ngesti.

Ia menegaskan penyediaan darah bukan hanya tugas PMI, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat. Responsivitas sistem kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan darah yang siap pakai kapan pun dibutuhkan.

Baca juga:  Disebabkan Ngantuk Hiace Gasak Bokong Truk Beton, 1 Tewas 9 Luka-luka

Ketua UDD PMI Kabupaten Semarang, dr. Diyah Fitriyani, menyampaikan UDD yang dipimpinnya sudah memenuhi seluruh persyaratan akreditasi dan aktif menggunakan SIMDODAR.

“Dengan sistem ini pelayanan donor darah lebih efektif. Registrasi lebih cepat, data pendonor lebih rapi, dan distribusi ke rumah sakit juga lebih terpantau,” pungkasnya.

Kabupaten Semarang sendiri menjadi salah satu UDD dengan cakupan layanan besar di wilayah selatan Jateng. Kebutuhan darah di RSUD dan rumah sakit swasta di Ungaran, Bandungan, hingga Ambarawa dipenuhi melalui UDD setempat.Tantangan dan Target Ke Depan

Rakernis 3 hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, penguatan jejaring darurat antar UDD untuk mobilisasi kantong darah saat bencana atau KLB.Optimalisasi SIMDODAR agar 100% pendonor terdata dan bisa dipanggil kembali saat dibutuhkan.Peningkatan edukasi untuk menjaga angka donor tetap stabil.

Data PMI Pusat mencatat kebutuhan darah nasional mencapai 5,1 juta kantong per tahun, sementara jumlah pendonor sukarela masih perlu ditingkatkan. Dengan seluruh UDD Jateng yang sudah terakreditasi dan sistem digital yang terus dibenahi, PMI optimistis bisa menjawab tantangan itu.

Rakernis ditutup dengan komitmen bersama: menjadikan UDD PMI sebagai garda terdepan penyedia darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...