JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menerima audiensi dari Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kudus, di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (20/7). Pertemuan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta memastikan iklim usaha di Kota Kretek tetap kondusif dan harmonis.
Bupati Sam’ani mengapresiasi inisiatif Komunitas Madura yang aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dengan meneladani ajaran toleransi dari Sunan Kudus dan Sunan Muria.
Komunitas Madura di Kudus yang mencakup pelaku usaha warung klontong, sate, bebek sambal hitam, hingga pangkas rambut, kini telah resmi terdaftar di Kesbangpol melalui organisasi “Nur Dzat Sejati”.
‘’Kami berterima kasih karena mereka sangat terbuka dan ikut menjaga hubungan baik dengan warung-warung lokal. Ini menciptakan persaingan usaha yang sehat sekaligus menjaga kearifan lokal,’’ ujar Sam’ani.
Dalam pertemuan bersama Tetua (sesepuh, red) dan Ketua Warga Madura Kudus itu, Sam’ani juga mengimbau agar setiap potensi konflik atau kesalahpahaman di lapangan, harus dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi pihak kecamatan, Polsek, maupun Koramil.
‘’Kalau ada permasalahan segera koordinasi dan komunikasi dengan Forkopimcam, kami dari pemerintah daerah pun siap memfasilitasi,’’ jelasnya.
Sementara Sesepuh Suku Madura di Kudus, Amirudin, menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga keamanan Kota Kudus. Berdasarkan data internal komunitas, saat ini terdapat ratusan pelaku usaha asal Madura yang menggerakkan roda ekonomi di Kudus. Tercatat ada 101 warung kelontong Madura, 76 usaha Mie Surabaya, dan 45 pedagang sate ayam yang beroperasi secara aktif.
‘’Jika terjadi miskomunikasi antar-sesama pelaku usaha, kami akan mengutamakan penyelesaian internal secara damai dengan tetap meminta pendampingan dari pemerintah desa atau kelurahan setempat tempat mereka berdomisili,’’ pungkasnya. (han/rit)





