Pangkas Gap Sekolah Favorit, Pemkab Kudus Luncurkan Pertukaran Guru dan Pelajar


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi meluncurkan program pertukaran guru dan pelajar jenjang SD serta SMP tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengejar ketertinggalan dan memangkas kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan sekolah non-favorit di wilayah Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa evaluasi berkala terus dilakukan agar jarak indikator mutu antar-sekolah tidak terlalu jauh. Melalui program ini, para guru dan siswa diajak melihat langsung ekosistem lingkungan di sekolah lain untuk kemudian diterapkan sebagai bahan perbaikan.

‘’Kami sedang melaksanakan pertukaran guru dan pelajar. Tujuannya agar gap jaraknya tidak terlalu jauh. Kita pelajari dan lakukan perbaikan, baik dari sisi SDM, infrastruktur, metode pembelajaran, hingga ekosistem kegiatan unggulan sekolah seperti mengaji atau kesenian,’’ ujar Sam’ani.

Baca juga:  Dua Rumah Kos di Kudus Ditertibkan Satpol PP

Menariknya, program tahun ini diperpanjang menjadi dua minggu, yakni mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026 mendatang. Menyusul banyaknya permintaan dari guru dan wali murid yang merasa durasi satu minggu pada pelaksanaan sebelumnya masih kurang.


Sementara itu, selama program pertukaran guru dan pelajar ini berjalan, para kepala sekolah dan guru diwajibkan menyusun buku harian berisi pengalaman harian dan rencana intervensi bagi sekolah asal mereka.

Sam’ani menambahkan, bahwa inovasi ini sangat efisien karena memaksimalkan potensi lokal,’’Di tengah efisiensi, kita tidak usah keluar kota atau keluar negeri. Cukup di dalam kota saja. Kita pertukaran antara MI dengan SD, atau Tsanawiyah dengan SMP,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada, memaparkan bahwa program ini melibatkan puluhan sekolah secara serentak. Sebanyak 210 murid dari 33 SMP dan 80 murid dari 20 SD dilibatkan dalam program ini. Selain siswa, Disdikpora juga menerjunkan 62 guru dari 31 SMP untuk saling berbagi metode pembelajaran.

Baca juga:  PKK Pati Perkuat Pelaksanaan 10 Program Pokok

‘’Dasar kegiatan ini adalah arahan Bupati untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat karakter murid melalui berbagi praktik baik (best practice). Murid akan mengikuti KBM secara penuh di sekolah tujuan dan membuat proyek kolaboratif,” jelas Harjuna dalam laporan kegiatannya.

Melalui kolaborasi masif ini, Disdikpora Kudus berharap program pertukaran mampu menjadi pemantik semangat inovasi yang berkelanjutan bagi seluruh ekosistem pendidikan di Kabupaten Kudus. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...