Sekaten Tahun Be 1960 Resmi Dibuka di Alun Alun Lor


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Karaton Surakarta Hadiningrat secara resmi membuka perayaan Sekaten Tahun Be 1960 / 2026 melalui prosesi Wilujengan yang digelar di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat pada Minggu (2/8).

Pembukaan ditandai dengan seremoni selametan dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Paku Buwono (PB) XIV, didampingi oleh GKR Wandansari juga sejumlah kerabat Karaton.

“Wilujengan ini menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian Sekaten yang akan berlangsung sepanjang bulan Agustus, di Alun Alun Utara,” kata GKR Wandansari.

Perayaan tahunan ini menghadirkan beragam prosesi adat, kegiatan seni budaya, pemberdayaan UMKM, hingga pelestarian atraksi budaya yang merupakan warisan adiluhung Karaton Surakarta. Melalui momentum ini, pihak karaton berharap nilai sejarah, filosofi, dan makna Sekaten sebagai tradisi syiar Islam berbasis pendekatan budaya Jawa dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Sejak zaman dahulu, Sekaten digelar di Alun-Alun Utara sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang terpusat di Masjid Agung. Sekaten sendiri merupakan tradisi turun-temurun dari para wali untuk mengenalkan ajaran Islam lewat media budaya.

Baca juga:  Perketat Pengawasan WNA, Imigrasi Surakarta Perkuat Sinergi Timpora Klaten

Secara etimologi, kata Sekaten berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat) serta memuat makna sekar ati (bunga hati). Walaupun kini Alun-Alun Utara telah mengalami revitalisasi dan menghadirkan tata konsep baru, esensi ritual dan tata cara upacara pusaka ini tetap dipertahankan oleh Karaton Surakarta sebagai karaton Islam.

Selama satu bulan penuh, rangkaian acara utama Sekaten akan diisi oleh prosesi Miyos Gongso, yakni pemindahan gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari ke halaman Masjid Agung Surakarta.

Selain itu, terdapat perayaan pasar malam rakyat yang menyuguhkan wahana permainan, kuliner, dan pameran UMKM. Puncak acara nantinya ditandai dengan tradisi Grebeg Maulud, berupa arak-arakan gunungan hasil bumi dari karaton yang diperebutkan warga sebagai simbol rasa syukur dan permohonan doa.

Usai selametan, PB XIV berkesempatan meninjau sejumlah stand dalam Alun Alun Utara, ia menyampaikan bahwa perayaan Sekaten di Karaton Surakarta telah menjadi tradisi yang berakar panjang untuk menyemarakkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Secara personal, raja Surakarta tersebut mengaku memiliki banyak memori kenangan masa kecil saat Sekaten, seperti membeli kuliner khas hingga mainan tradisional seperti keramik kecil dan perahu otok-otok berbahan bakar minyak.

Baca juga:  HUT ke-281, Pemkot Solo Beri Penghargaan Lima Tokoh Inspiratif

Pada kesempatan pembukaan tersebut, PB XIV bahkan sempat membeli mainan tradisional untuk sang buah hati. Namun, ketika dimintai keterangan mengenai keberadaan pasar malam lain di Alun-Alun Selatan, PB XIV enggan memberikan tanggapan.

Acara doa bersama dan pembukaan Sekaten tahun ini juga menghadirkan suasana berbeda dengan hadirnya tamu spesial, yakni vokalis grup musik D’Masiv, Rian Ekky Pradipta. Rian tampak ikut duduk memanjatkan doa dan menerima bancakan selametan bersama para kerabat karaton.

“Sekaten sudah sangat familiar sejak kecil karena saya tumbuh besar di Jogja dan kerap menghabiskan masa kecilnya di Solo. Kedatangannya kali ini untuk bersilaturahmi dengan PB XIV yang sudah dikenalnya sejak lama,” kata Rian.

Menurut Rian, kenangan masa kecilnya seperti mainan komedi putar hingga perahu otok-otok yang dimainkan di dalam ember masih terasa sama dan terjaga keasliannya hingga saat ini. (dea/rit)


TERKINI

Bupati Kudus Getol Kampanyekan Sport Tourism

Penanganan Longsor Jembatan Colo Dikebut

Kudus Bakal Miliki Tiga Hotel Berbintang Baru

Rekomendasi

...