Transaksi Pasar Modal Solo Raya Tembus Rp26 Triliun


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 2 / Solo Raya dan Madiun Raya mencatat tren pertumbuhan positif industri pasar modal di wilayah Solo Raya. Di tengah dinamika ekonomi, aktivitas transaksi masyarakat lokal menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Solo Raya dan Madiun Raya, M. Wira Adibrata, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2026, akumulasi nilai transaksi di Solo Raya (di luar wilayah Klaten) telah menembus angka Rp26 triliun. Catatan ini mendorong kenaikan rata-rata transaksi bulanan dari sebelumnya Rp3 triliun menjadi sekitar Rp5 triliun per bulan.

Khusus untuk peta sebaran di Kota Surakarta per Mei 2026, tercatat sebanyak 89.000 investor pasar modal (mencakup instrumen saham, reksa dana, dan obligasi), dengan 48.000 di antaranya merupakan investor spesifik pada instrumen saham.

Menanggapi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjadi, Wira mengingatkan publik agar tidak terburu-buru mengaitkan pergerakan pasar saham dengan satu isu politik tertentu, termasuk wacana aksi demonstrasi.

Baca juga:  Puncak Purbayan Syawalan Bagikan 7000 Ketupat Hingga Pesan Damai

“Sangat-sangat dini ketika kita menyampaikan respons pasar hari ini adalah karena satu isu. Penurunan hari ini dikaitkan dengan rencana demo besok tanggal 27 itu terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Banyak hal yang memengaruhi pergerakan saham kita, salah satunya memang kebijakan, politik, dan lain-lain,” ujar Wira, Rabu (26/08).

Pertumbuhan investor yang masif ini tidak terlepas dari peran Generasi Z (Gen Z) yang adaptif terhadap platform digital. Namun, BEI memberi perhatian khusus pada fenomena Fear of Missing Out (FOMO) serta tingginya pengaruh influencer media sosial. Wira mengimbau agar investor muda tidak bertransaksi secara spekulatif dan mulai menguasai analisis fundamental maupun teknikal.

“Kami sangat mengapresiasi tingginya minat Gen Z di platform digital. Namun, kami berharap mereka tidak asal membeli saham karena tergiur promosi media sosial yang belum tentu benar informasinya. Investor harus memahami produk yang dibeli dan bertransaksi berdasarkan analisis yang terukur,” tegasnya.

Baca juga:  Geliatkan Ekonomi, Pemda di Solo Raya Sepakat Dorong Mobilitas Warga

Sebagai langkah nyata meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentengi generasi muda dari maraknya judi online (judol), BEI terus memperluas jaringan Galeri Investasi (GI). Saat ini, jumlah GI di wilayah Solo Raya telah genap mencapai 50 galeri, bertambah dari sebelumnya 46 galeri.

Empat jaringan GI baru yang telah berjalan melalui skema kerja sama (MoU) meliputi: RSU PKU Muhammadiyah, Universitas Sugeng Hartono, SMA Negeri 2 Sukoharjo dan SMK Negeri 1 Sragen.

Selain itu, BEI tengah memproses izin penambahan GI di SMA Negeri 5 Surakarta dan SMK Negeri Jatiroto Wonogiri secara terintegrasi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...