34 Persen Ruang Kelas dan Toilet SD di Kudus Rusak


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 34 persen dari total 2.035 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayah setempat dalam kondisi rusak.

Persentase kerusakan yang sama juga terjadi pada fasilitas sanitasi, di mana 34,8 persen dari total 708 toilet SD negeri dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.

Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri jauh lebih baik dibandingkan tingkat SD. Lebih dari 60 persen bangunan SMP berada dalam kondisi baik, dengan tingkat kerusakan toilet yang hanya berkisar di angka 12 persen.

Baca juga:  Arena Sabung Ayam di Desa Panjang Dibongkar

Menyikapi ketimpangan ini, Disdikpora telah berkoordinasi dengan Bupati Kudus untuk menyusun skema penanganan yang tuntas,’’Untuk kerusakan ringan, penanganan bisa menggunakan anggaran pemeliharaan rutin. Namun, untuk kerusakan sedang hingga berat, kami akan menggunakan skema rehabilitasi total,’’ kata Anggun, saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (7/9).

‘’Harapan kami, penanganan dilakukan secara menyeluruh dalam satu sekolah. Mulai dari kelas, jamban, ruang guru, hingga perpustakaan agar tuntas sekaligus,’’ imbuhnya.

Anggun pun mengakui, sekolah sebetulnya bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan kerusakan kategori ringan. Namun, persentase dana BOS yang boleh dialokasikan untuk pemeliharaan sangat terbatas. Kondisi ini kian menyulitkan bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit, karena otomatis menerima total dana BOS yang kecil.

Baca juga:  Ini Dia Ketua PWI Kudus yang Baru

Sebagai langkah cepat, pemerintah daerah menyiapkan anggaran pemeliharaan sekitar Rp300 juta pada APBD Perubahan. Anggaran ini bersifat fleksibel dan akan digeser ke sekolah-sekolah yang paling membutuhkan material serta jasa tukang.

‘’Selain itu, ada sekitar 10 sekolah yang anggarannya digeser dari APBD Murni ke Perubahan karena mendapat intervensi bantuan revitalisasi langsung dari pemerintah pusat,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...