JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kepulan asap dan suara percikan api mengejutkan aktivitas di lingkungan SMPN 1 Undaan turut Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (7/9) pagi. Gudang penyimpanan sarana sekolah tersebut dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Dwi Anggraeni (28), salah seorang guru di sekolah tersebut. Saat sedang beraktivitas, ia mendengar suara percikan yang mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan, ia mendapati api sudah mulai membakar area gudang.
Melihat kobaran api, Dwi langsung meminta bantuan kepada Moh. Riyanto (49), petugas kebersihan sekolah, untuk melakukan upaya pemadaman awal dengan alat seadanya. Di saat yang sama, guru-guru lain bergerak cepat mengambil Alat Pemadam Api Ringan (Apar) untuk melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke ruang kelas.
Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sambung yang menerima laporan segera meneruskan informasi ini ke kasi Trantib Kecamatan Undaan dan menerjunkan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) ke lokasi kejadian. Mengingat api sempat sulit dikendalikan, pihak kecamatan langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan BPBD Kabupaten Kudus.
Sinergi cepat dari berbagai unsur yang terdiri dari Trantib, Relawan Kencana, Polsek Undaan, Babinsa Sambung, hingga pihak sekolah akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 10.35 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dengan mengandalkan 3 buah Apar.
Tak lama kemudian, pada pukul 10.40 WIB, dua unit mobil Damkar Satpol PP bersama satu unit Damkar BPBD Kabupaten Kudus tiba di lokasi untuk melaksanakan prosedur pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya mengapresiasi respons cepat dari pihak sekolah dan relawan di lapangan yang langsung melakukan penanganan awal.
‘’Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi. Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan pihak sekolah dan tim Destana menggunakan Apar, api sudah berhasil dipadamkan sebelum armada pemadam kami tiba. Petugas di lapangan kemudian berfokus melakukan pendinginan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,’’ ujar Ahmad Munaji saat dikonfirmasi, Senin siang.
Ia juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian material pun dinyatakan nihil karena objek yang terbakar hanya berupa tumpukan kayu dari meja dan kursi bekas yang sudah tidak terpakai. Mengenai pemicu kebakaran, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
‘’Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,’’ pungkasnya. (han/rit)




