Baru Dua Bulan Beroperasi di Indonesia, Kapal Bekas Jepang Virgo Transport 8 Bermuatan 243 Orang Tenggelam


JATENGPOS.CO.ID, BANJARMASIN- Belum genap tiga bulan mengarungi perairan Indonesia, KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan tragis di Laut Jawa. Kapal yang baru mulai melayani rute Surabaya-Banjarmasin pada Juli 2026 itu terbalik setelah mengalami situasi darurat di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Virgo Transport 8 ternyata bukan kapal yang sejak awal beroperasi di Indonesia. Sebelum berganti nama dan berbendera Indonesia, kapal tersebut lebih dulu berlayar di Jepang dengan nama Ferry Kurushima.

Kapal itu dibuat di galangan  kapal Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang pada 1987 dan telah beroperasi selama hampir empat dekade. Sebelum digunakan di Indonesia, KM Virgo Transport 8 diketahui memiliki riwayat pelayaran di Jepang dengan nama Ferry Kurushima.

Riwayat pelayarannya di Negeri Sakura masih tercatat hingga 2025. Kapal tersebut pernah melayani sejumlah rute di Jepang, termasuk jalur Kokura-Matsuyama. Berdasarkan data yang tersedia, operasionalnya di rute tersebut berlangsung hingga 30 Juni 2025.

Setelah itu, kapal berpindah ke Indonesia, berganti bendera, sekaligus berganti nama menjadi Virgo Transport 8.

Kapal kemudian mulai dioperasikan untuk melayani rute Surabaya-Banjarmasin pada Juli 2026. Hanya sekitar dua bulan kemudian, perjalanan kapal tersebut berakhir dalam kecelakaan di Laut Jawa.

Virgo Transport 8 tercatat sebagai kapal berbendera Indonesia dengan nomor IMO 8625179. Kapal memiliki panjang sekitar 119 meter dan lebar 21,01 meter.

Ukuran tonasenya mencapai 4.277 gross tonnage (GT), dengan kapasitas deadweight maksimum 2.612 ton.

Sebagai kapal penumpang, Virgo Transport 8 menyediakan sejumlah ruang akomodasi. Terdapat kelas 1, kelas 2, kelas 3, hingga VIP, selain ruang tunggu untuk penumpang.

Baca juga:  Jamaah Haji Kloter Pertama asal Jawa Tengah Diberangkatkan 

Namun, perjalanan kapal yang sebelumnya melintasi perairan Jepang itu berubah drastis ketika menjalani pelayaran di Indonesia.

Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 waktu setempat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal yang dinakhodai Arief Yunianto itu membawa penumpang dan kendaraan, dengan total 30 anak buah kapal (ABK).

Sekitar pukul 01.00 waktu setempat, ketika melintasi perairan Masalembo, kapal mengalami situasi darurat. Setelah itu, komunikasi dengan kapal terputus. Saat ditemukan, Virgo Transport 8 sudah dalam kondisi terbalik.

Sebanyak 243 orang berada di dalam kapal tersebut. Hingga Senin (14/9/2026), 103 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Enam orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 140 lainnya masih dalam pencarian.

Operasi pencarian pun terus diperluas dengan melibatkan lebih dari 600 personel dari berbagai unsur. Di tengah pertanyaan mengenai kecelakaan tersebut, Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi memastikan Virgo Transport 8 tidak berlayar dalam kondisi kelebihan muatan.

Pernyataan itu disampaikan Dudi saat berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9/2026). Menurut dia, informasi awal yang diterima pemerintah justru menunjukkan kapasitas kapal tidak terisi maksimal.

“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” ujar Dudi.

Dengan demikian, usia dan riwayat kapal bukan serta-merta dapat disebut sebagai penyebab kecelakaan. Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

KNKT telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi awal. Tim mengumpulkan berbagai data, termasuk spesifikasi kapal serta keterangan dari penumpang dan awak kapal yang berhasil selamat.

Baca juga:  Polisi Amankan Satu Orang Terkait Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Sementara investigasi berjalan, operasi SAR berpacu dengan waktu. Pencarian melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, KSOP, Distrik Navigasi, Pelindo, serta berbagai unsur lainnya.

KN SAR Laksamana, KRI Nala, KN Kunyit, TB Mahausaha 9, TB TCP, MP Haida, dan sejumlah unsur lain dikerahkan untuk menyisir lokasi kecelakaan. Satu helikopter Basarnas juga melakukan pencarian dari udara.

Dari proses evakuasi, TB Mahausaha 9 membawa 16 orang yang kemudian direncanakan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sementara TB TCP menyelamatkan 38 orang dan MP Haida mengevakuasi 49 orang. Total 103 orang telah berhasil diselamatkan. Namun, angka itu belum menutup daftar penumpang. Masih ada 140 orang yang belum ditemukan.

Di tengah pencarian tersebut, perhatian terhadap riwayat kapal pun tak terhindarkan.  Virgo Transport 8 merupakan kapal yang sebelumnya beroperasi di Jepang, kemudian berpindah ke Indonesia dan baru sekitar dua bulan menjalani rute Surabaya-Banjarmasin sebelum mengalami kecelakaan.

Kini, perjalanan singkatnya di Indonesia meninggalkan dua pekerjaan besar yang belum selesai: menemukan 140 orang yang masih hilang dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada kapal bekas Jepang tersebut sebelum akhirnya terbalik di Laut Jawa.

Usia kapal, riwayat operasional, kondisi teknis, hingga faktor lain dalam pelayaran akan menjadi bagian dari penyelidikan. Sebab satu hal telah pasti, kapal yang baru dua bulan menjalani kehidupan barunya di Indonesia itu kini menjadi pusat salah satu operasi pencarian terbesar di Laut Jawa. (dbs/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...