Pemkab Kudus Pastikan PKL Museum Kretek Hanya Ditata


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di depan kawasan Museum Kretek Kudus diliputi rasa waswas, setelah mendengar kabar adanya rencana relokasi. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menegaskan bahwa langkah yang diambil adalah penataan estetika kawasan, bukan penggusuran.

Rencana ini mencuat seiring dengan adanya wacana penyerahan pengelolaan Museum Kretek kepada pihak ketiga atau investor swasta. Investor dikabarkan meminta area depan museum dibersihkan agar cagar budaya tersebut tampak lebih representatif dan menarik wisatawan.

Ketua Paguyuban PKL Museum Kretek Kudus, Dedi Supriyadi, mengungkapkan bahwa ada sekitar 34 PKL yang menggantungkan hidup di area luar atau depan museum. Dirinya tidak menampik adanya kekhawatiran di kalangan pedagang mengenai kelangsungan mata pencaharian mereka.

Baca juga:  Pemkab Kudus Musnahkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Sitaan

‘’Sudah ada kabar (relokasi), cuma belum secara tertulis. Katanya museum mau dikelola pihak swasta atau investor. Keinginan kami, para pedagang tetap bisa mencari nafkah di sana walau ada investor baru. Kalaupun terpaksa direlokasi, kami harap tempatnya sesuai dengan keinginan pedagang,’’ ujar Dedi, saat ditemui Kamis (17/9).

Dedi menambahkan, selama ini para pedagang selalu berkomitmen menjaga kebersihan dan bertanggung jawab penuh atas lapak masing-masing demi kenyamanan pengunjung museum.

Menanggapi keresahan pedagang, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Mohammad Fitriyanto, meminta para PKL untuk tetap tenang. Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan meniadakan mata pencaharian warga.

‘’Ini baru wacana penataan, bukan penggusuran dan bukan meniadakan. Konsepnya nanti teman-teman PKL akan dibuatkan semacam selasar atau food court kecil sebagai tempat khusus untuk menampung mereka,’’ jelas Fitriyanto.

Baca juga:  Djarum akan Gellar MilkLife Soccer Challenge 2024 di Tujuh Kota, Mana Saja? 

Ia menambahkan, formulasinya saat ini masih dimatangkan. Pemkab Kudus berjanji akan terus melakukan evaluasi jika nantinya fasilitas baru yang disediakan dirasa kurang pas oleh para pedagang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudpar Kudus, Abdul Halil, menekankan bahwa masuknya investor justru menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata. Keberadaan PKL akan dikelola secara profesional agar tampilannya lebih rapi dan higienis.

‘’Kami pastikan tidak ada penggusuran, melainkan pengelolaan. Tujuannya agar PKL Museum Kretek bisa naik kelas dan menjadi daya tarik pendukung bagi wisatawan yang datang,’’ pungkas Halil. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...