Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik, Heri Pudyatmoko Soroti Daya Beli Warga Jateng


JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menyoroti kondisi daya beli masyarakat di wilayahnya yang masih tertekan akibat harga kebutuhan pokok yang terus naik. Ia menilai situasi ini langsung terasa di tingkat keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Harga kebutuhan naik terus, tapi penghasilan warga tidak ikut naik. Akibatnya daya beli jadi lemah,” ujar Heri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan, inflasi September 2026 tercatat 0,31 persen secara bulanan dan 3,18 persen secara tahunan. Penyumbang utama datang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, terutama karena kenaikan harga cabai rawit, cabai merah dan beras.

Baca juga:  KPU Kabupaten Semarang Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Sementara itu, harga cabai merah di sejumlah pasar bahkan sempat menyentuh Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Adapun beras di pasaran berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram.

Kondisi ini, kata Heri, sangat memungkinkan menambah beban belanja rumah tangga. Ia menekankan bahwa daya beli yang lemah akan berdampak lebih luas pada perputaran ekonomi. Jika masyarakat menahan belanja, omzet pelaku usaha kecil juga ikut terdampak.

“Kalau daya beli turun, susah harapkan ekonomi bergerak. Yang jual di pasar juga ikut sepi. Ini saling terkait,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah wilayah. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Baca juga:  Ganjar Lantik Sekda Baru Hasil Lelang Jabatan, Minta Pemprov Segera Tancap Gas

Namun, Heri meminta intervensi semacam ini diperluas hingga ke tingkat desa.
“Jangan hanya di kota. Warga di desa juga beli kebutuhan yang sama. Kalau intervensi tidak merata, daya beli mereka tetap tertekan,” ujarnya.

Heri berharap, pemerintah terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tidak semakin lemah. “Daya beli warga harus dijaga. Kalau tidak, yang paling dirugikan ya masyarakat kecil,” pungkasnya. (sgt)



TERKINI

Dinsos Kudus Gandeng APH Bina Belasan Remaja

Rekomendasi

...