JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengerahkan kekuatan penuh guna memastikan kelancaran dan menjaga kondusifitas wilayah menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 126 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Langkah tegas ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo pada Selasa (27/10).
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati didampingi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra dan Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto.
Eko Sapto Purnomo menjelaskan bahwa pengamanan pesta demokrasi tingkat desa ini mengusung sinergi lintas instansi secara menyeluruh, melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Satlinmas, serta menggalang partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Kami bersama TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, serta tentu saja melibatkan potensi dari masyarakat, mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk mengamankan Pilkades di 11 kecamatan yang meliputi 126 desa,” tegas Sapto di hadapan awak media.
Menjawab pertanyaan seputar pemetaan titik rawan konflik selama proses Pilkades, Plt Bupati menegaskan bahwa Pemkab Sukoharjo bersama jajaran aparat keamanan tidak menganggap remeh wilayah mana pun. Seluruh desa dipandang memerlukan penanganan dan perhatian khusus untuk meminimalisir segala bentuk potensi gangguan.
Langkah preventif dan deteksi dini melalui kajian intelijen strategis telah disusun secara komprehensif guna membaca dinamika di lapangan sejak awal.
“Setiap desa tentu perlu mendapatkan perhatian khusus agar seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi. Pemetaan sudah menjadi bagian dari kelengkapan informasi intelijen kami, sehingga semuanya sudah terpetakan dengan baik,” lanjutnya.
Eskalasi pengerahan personel pengamanan secara maksimal diproyeksikan akan terus diintensifkan, terutama usai tahapan penetapan calon kepala desa secara resmi digelar.
Meski demikian, Sapto mewanti-wanti agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendukung dan tim sukses masing-masing calon, dapat menjaga suasana sejuk sejak dini. Menurutnya, potensi gesekan sosiologis antarwarga sering kali mulai muncul pasca-proses pendaftaran calon.
Ia mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat desa untuk mengedepankan rasionalitas dan menahan diri demi persatuan desa.
“Harapan kami, seluruh pemangku kepentingan di desa bisa menahan diri. Kepentingan kerukunan dan masa depan desa, termasuk kondusifitas Pilkades, harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan individu, golongan, maupun kadernya,” pungkas Plt Bupati. (dea/rit)








