Mobilitas Lebaran Topang Penjualan Eceran di Jateng


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Peningkatan mobilitas masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah menjadi penopang kinerja penjualan eceran di Jawa Tengah pada Maret 2026. Meski demikian, Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat masih terkontraksi 9,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kontraksi terutama dipengaruhi penurunan penjualan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 38 persen, Makanan Minuman dan Tembakau sebesar 10,1 persen, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 9,9 persen. Penurunan terjadi seiring berkurangnya kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang tersebut selama periode Lebaran.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H. mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat selama Idulfitri turut menahan kontraksi lebih dalam. Hal itu tercermin dari peningkatan penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Barang Budaya dan Rekreasi yang masing-masing tumbuh 33,2 persen.

Baca juga:  NGASAB Ajak Bapak dan Anak Riding Seru Naik Honda PCX 160 di Solo

Selain itu, penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor juga meningkat 17,2 persen. Kenaikan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat selama libur Lebaran.

Secara bulanan, IPR Maret 2026 juga terkontraksi 9,6 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan dipengaruhi normalisasi konsumsi masyarakat setelah lonjakan belanja menjelang Lebaran pada Januari dan Februari 2026.

Di sisi lain, beberapa kelompok masih mencatat pertumbuhan bulanan positif. Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 28,1 persen, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor naik 22 persen, serta subkelompok Sandang meningkat 8,3 persen.

Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran pada April 2026 akan tumbuh 19,5 persen secara tahunan. Pertumbuhan diperkirakan didorong peningkatan penjualan kelompok Makanan Minuman dan Tembakau, Suku Cadang dan Aksesori, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Baca juga:  Bukber PO Hotel Capai Target Market

Sementara dari sisi harga, ekspektasi tekanan inflasi di Kota Semarang untuk tiga hingga enam bulan mendatang diprakirakan meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2026 yang naik menjadi 160,5 dan September 2026 sebesar 182,9.

“Peningkatan ekspektasi harga dipengaruhi faktor musiman tahun ajaran baru serta prakiraan meningkatnya pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...