PLN dan Pemkot Surakarta Gerak Cepat Amankan Aset Kelistrikan di TPA Putri Cempo


JATENGPOS.CO.ID, SURAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga bersama PLN UP3 Surakarta bergerak cepat mengamankan infrastruktur kelistrikan menyusul kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aset transmisi tetap aman dan pasokan listrik Solo Raya tidak terganggu.

Koordinasi penanganan dilakukan PLN bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Manajemen PLN bertemu langsung dengan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto di Loji Gandrung, Selasa (8/9) pagi, untuk membahas langkah mitigasi terhadap dampak kebakaran.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto mengatakan, pengamanan aset kelistrikan di kawasan TPA Putri Cempo penting dilakukan karena berkaitan dengan keandalan pasokan listrik Solo Raya.

“Kami sangat menyadari pentingnya mengamankan aset kelistrikan PLN di area TPA Putri Cempo sebagai tulang punggung pasokan listrik Solo Raya agar tidak terganggu,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta menangani tumpukan sampah sekaligus membangun jalur kering di sekitar Right of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). DLH juga diarahkan menyusun roadmap mitigasi untuk mengantisipasi kejadian serupa dalam jangka panjang.

Baca juga:  SPPG Jadi Kunci Program Makan Bergizi Nasional

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta diarahkan mematangkan strategi pengerahan alat berat untuk mempercepat pemadaman. Perlindungan terhadap area tower transmisi menjadi salah satu titik perhatian dalam penanganan kebakaran tersebut.

Dijelaskan, PLN dan BPBD juga melakukan pemantauan titik panas menggunakan drone Thermovision secara rutin dua kali sehari. Hasil pemantauan tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan kondisi api serta keamanan aset transmisi di sekitar lokasi.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Amiruddin menegaskan, keandalan sistem transmisi menjadi perhatian utama PLN di tengah kondisi darurat tersebut. “Di tengah situasi darurat ini, jajaran PLN akan terus hadir, bersiaga, dan bergerak tanggap menjaga aset strategis agar sistem transmisi tetap aman menyalurkan energi bagi masyarakat,” tegasnya.

Amiruddin juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau Tower T.10 jalur SUTT 150 kV Palur–Gondangrejo. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi aset, keselamatan personel pemeliharaan, serta kesiapan langkah pemulihan apabila kondisi kebakaran kembali memburuk.

Baca juga:  PLN Respon Cepat Layani RS Lapangan Khusus Covid-19 di Bantul

Di lokasi, pengendalian kebakaran dilakukan melalui sinergi lintas instansi. Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran, dua unit water cannon dari kepolisian, serta satu helikopter untuk water bombing dikerahkan guna menjangkau area yang sulit diakses.

Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah komponen transmisi masih berfungsi dengan baik meski sempat terpapar debu polutan akibat kebakaran. “Meskipun bagian isolator, konduktor, dan kawat GSW sempat terpapar debu polutan kebakaran, semuanya tetap berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Berdasarkan asesmen lapangan, struktur badan, sambungan, bracing member hingga pondasi Tower T.10 masih berada dalam kondisi normal dan aman dioperasikan. Namun, PLN tetap melakukan pengawasan terhadap seluruh komponen pendukung transmisi.

Khusus kabel ADSS yang berada di sekitar lokasi dan terdampak radiasi panas, tim teknis akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Seluruh proses pengamanan dan pemeriksaan dilakukan dengan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...