Wabup Rober Dorong Sekda Terpilih Bawa Manajemen Kebahagiaan Bagi ASN Karanganyar


JATENGPOS.CO.ID,  KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mendorong Sekda Karanganyar, Timotius Suryadi menerapkan manajemen kebahagiaan pada Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karanganyar. Sehingga dengan kerja bahagia dapat meningkatkan produktivitas kerja dan lebih humanis dan baik dalam melayani masyarakat.

Rober Christanto mengatakan, Sekda yang baru, Timotius Suryadi diharapkan bisa membawa manajemen kebahagiaan bagi ASN di lingkungan Pemkab. Sebab, jika ASN bahagia tentu ketika melayani masyarakat juga akan lebih menyenangkan.

Masyarakat juga akan senang ketika ada perlu terkait birokrasi dan surat menyurat kebutuhan masyarakat. Hal ini tentu akan mengubah persepsi masyarakat terhadap birokrasi, yang sering dicitrakan rumit dan sulit.

Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

“Selamat kepada Pak Sekda terpilih, Timotius Suryadi, bekerja yang baik dan bawa manajemen kebahagiaan bagi ASN Karanganyar. Jika ASN bekerja dalam suasana bahagia tentu juga akan lebih baik dalam melayani masyarakat,” terang Rober Christanto pada wartawan, kemarin.

Manajemen kebahagiaan tersebut bisa meliputi pemenuhan kebutuhan ASN dalam bekerja. Dan memadukan konsep pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pak Sekda bisa menyelami hati teman-teman ASN sambil koordinasi. Melakukan terobosan dengan teknologi untuk melayani. Rapat atau makan sambil menggandeng UMKM Karanganyar atau tokoh masyarakat yang bisa menggerakkan peningkatan perekonomian Karanganyar, konsepnya bisa dicari. Saya yakin Pak Sekda mampu,” tandasnya. (yas).


TERKINI

Rekomendasi

...