Oleh: Suwarno M Seraj (Pemerhati Kesehatan Lingkungan dan Sosial)
JATENGPOS. CO. ID, Hidup sehat adalah dambaan semua manusia. CiptaanNYA. Awalilah dencgan do’a dan niat hidup sehat. Atas petunjukNYA. Lanjutkan dengan paham sehat yang wajar. Ikuti perkembangan hidup sehat karena lingkungan kita akan dan selalu berubah. Harus mampu melakukan penyesuaian.
Kriteria sehat menurut WHO atau DepkesRI, prinsipnya sama! Tidak adanya penyakit dan secara sosial emosional hidup seseorang berjalan wajar. Bermanfaat! Dengan kata lain, sehat berarti produktif dan bermanfaat untuk banyak orang! Setelah niat yang kuat, ikuti dengan protokol yang sesuai. Yang mampu diterapkan dan mengantarkan hidup sehat. Sehari hari.
Hidup Sehat Adalah Perjalanan
Harus cermat mengikuti perkembangan sehari hari. Perubahan lingkungan sekitar rumah. Untuk menjaga pergantian udara dari ruang ke ruang lain!
Nikmati dan bersyukurlah kenyamanan hidup sehat yang sudah diraih. Baru ihtiar umur panjang. Atas ridha dan berkahNYA.
Untuk menerapkan hidup sehat umur panjang, terapkan patokan 5M. Murah. Meriah. Mudah, Manfaat. Menyenangkan. Menjalankan patokan 5M. Dengan disiplin, teratur, ajeg, taat azas, tetapi tidak kaku.
By exception, selalu ada dan terjadi, kalau tidak memungkinkan! Lakukan! Kemudian, kembali kepada protokol awal!
Kuncinya selalu bergerak, bergerak, dan bergerak! Apapun bentuk dan macam olah geraknya sesuaikan dengan kondisi fisik. Usia dan beban kerja dan/atau latihan! Tentunya, diperlukan patokan. Dari pengalaman,kondisi SEGAR, Sehat dan Bugar, sebagai referensi!
Sehat, berarti tiadanya penyakit. Bugar, tubuh sehat dan kuat. Dan siap melakukan aktivitas lainnya! Keadaan Nyaman sesudah latihan. Bergerak badan ataupun kegiatan lain inilah yang bisa kita pakai sebagai patokan cukup!
Membangun Rumah Sehat, RSe
Niat hidup sehat, harus dimulai dan ditanamkan sejak kecil. Dari rumah. Sudah kita pahami, meminjam istilah Ilmu Ekologi, fisik rumah, kita kenal sebagai ecosystem. Manusia penghuninya adalah social system. Dengan membangun Rumah Sehat, RSe, sebagai bangunan fisik. Ecosystem adalah raga kita. Nyawa kita. Soul sebagai social system. Sebagai sistem sosial, dengan segala aspek emosi, mental dan spiritual yang menghuni dalam raga.
Hidup berintegrasi, saling berhubungan, saling bergantung dengan raga. Sehat dan hidup, adalah wujud keseimbangan antara ecosystem dan social system.
Prinsip yang sesuai dengan RSe tentunya menerapkan pemeliharaan dan pencegahan penyakit dari pada membasminya. Mencegah penyakit, lebih sesuai, dalam membangun hidup sehat, berkelanjutan.
Dalam membangun RSe, keluarga akan melakukan 3 Inovasi, sekaligus. Baik produk, proses maupun mindsetnya. Produk, RSe, sudah jelas, manusianya hidup sehat berkelanjutan. Proses, hidup sehat adalah proses. Dari hari ke hari depan. Berbekal pengetahuan kehidupan sehari-hari dengan segala keterbatasan yang ada agar mampu meraih tegaknya RSe. Yang tersulit, adalah inovasi mindset, manusia sebagai minat yang ditopang kesadaran agar mampu membangun sikap dan perilaku hidup sehat dan memungkinkan membangun tegaknya RSe. Tiga Inovasi ini, tidak berdiri sendiri/independen. Ketiganya saling berkaitan dan beriteraksi serta tumbuh berkembang serempak, serasi dan terfokus menuju RSe.
Demikian juga hidup bahagia adalah keseimbangan antara Pikiran, Ati dan Raga (PAR). Utamakan, membangun mindset, penghuninya. Social system, menjadi tempat pendikan hidup sehat, pertama dan utama. Orang tua, wajib, memahami makna hidup sehat! Untuk diteruskan oleh anak-anaknya dan turunannya. Anak-anak dan turunanya yang sehat dan kuat adalah aset masyarakat, bangsa dan negara!
Bahasa Tubuh, adalah datang dari tubuh kita sendiri. Bahasa tubuh, mengajarkan, tanda-tanda/sinyal-sinyal kelainan tubuh. Memberi petunjuk langkah-langkah awal yang harus ditempuh, jangan melangkah dengan obat, cespleng, tempuh langkah-langkah yang paling aman. Seperti bahan alami, rempah-rempah. Langkah-langlah awal ini adalah awal dasar menjaga sistem pencernaan, liver, jantung, paru, ginjal, otak, organ lain akan mengikuti terjaga sehat!
Rumah Sakit RSa), adalah, menjadi sumber kuman, bakteri/virus, tempat penyebaran penyakit. Hindarkan, sedapat mungkin. Rumah kita sendiri, jadikanlah bagian dari Rumah Sehat(RSe). Dengan lingkungannya, udara dan pencahayaan yang mendukung hidup sehat.
RSa, adalah sangat tepat untuk kedaruratan, atasi kondisi penyakit! Rsa, benar-benar sumber infeksi. Karenanya, seperti infeksi nosokomial, infeksi saat orang masuk RSa, menjalani perawatan! Bukan penyakit atas keluhan saat masuk, tetapi selama perawatan di RSa. Karenanya, jangan meremehkan penggunaan masker dan alat proteksi lainnya!
Didalam RSa, juga memungkinkan penyakit tambahan, iatrogenik, karena intervensi medik, baik karena diagnosis, perawatan, ataupun prosedur medis lainnya. Atau efek samping negatif yang muncul akibat tindakan medis lainnya! Bahkan kesalahan dokter pun bisa terjadi, menyebabkan pasien tinggal di RSa lebih lama.
Makanan Sehat
Adalah makanan dengan gizi seimbang. Dengan panduan: Makanlah secukupnya, berhenti makan sebelum kenyang! Obat kimia, adalah bahan kimia, racun kuat, untuk tubuh. Pelajari dengan seksama efek sampingnya, selalu ada. Dengan penuh kearifan. Misalkan menghadapi pemberian obat, keras atau sangat keras. Hindarkan obat-obatan Cespleng* Seperti antibiotik dan obat lain dosis tinggi, ataupun obat-obatan lain keras.
Semua obat kimia adalah racun, tubuh selalu menolak dan terjadi detoxifikasi oleh liver! Liver bekerja keras, karenanya. Jaga dan sayangi liver dan ginjal kita! Kalaupun memungkinkan, hindarkan penggunaan obat keras. Kecuali atas kondisi kedaruratan saja! Utamakan penggunaan rempah, jamu yang sudah moderen produksinya! Jangan sekali kali menggunakan obat sebagai makanan! Sebaliknya, gunakan makanan sebagai obat!
Sebenarnya, sangat sederhana untuk hidup sehat! Jagalah keseimbangan PAR, akan terjaga nafsu makan kita. Saat makan jangan meninggalkan pikiran agar kita tidak dikuasai oleh nafsu! Nafsulah yang akan melukai, menyakiti, bahkan membunuh kerja homeostasis kita. Homeostasis terjaga, insyaAllah status sehat kita terjaga terus!
Pendukung Hidup Sehat
Olahrga secukupnya, untuk kesinambungan hidup sehat umur panjang. HSUP, lakukan tinjauan ulang. Protokol olahraga, harus selalu ditinjau ulang! Sesuai bertambahnya usia, khusnya diatas usia 60-80 tahun, karena penurunan kemampuan fisik. Lakukan secara periodik! Uji ulang protokol latihan, beban latihan, pada setiap bentuk dan acara latihan yang dilakuan rutin sepanjang hidup.
Kuncinya selalu bergerak, bergerak dan bergerak! Apapun bentuk dan macam olah geraknya sesuaikan dengan kondisi fisik, usia dan beban latihan! Tentunya, diperlukan patokan! Dari pengalaman, kondisi SEGAR, Sehat Bugar, sebagai referensi!
Sehat, berarti tiadanya penyakit. Bugar, tubuh sehat dan kuat, dan siap melakukan aktivitas lainnya, walaupun sesudah aktivitas! Keadaan nyaman sesudah latihan, bergerak badan ataupun aktivitas lain inilah yang bisa kita pakai sebagai patokan cukup!
Jadikan latihan, olah gerak tubuh menjadi wajib bagi diri kita yang sudah mampu membangun mindset hidup sehat. Yang perlu selalu dingat adalah management AMA, saat kapan kita bisa bertahan Awak Melu Ati?
Tidak ada batasan usia! Bisa mulai usia anak-anak, remaja, 50, 60, ataupun 70tahun? Tanda-tanda tua akan nampak saat awak tidak mampu memenuhi kehendak Ati. Dan saatnya kapan kita memasuki era Ati Melu Awak? Bisa dan mungkin pada usia 50, 60 atau 70 tahun! Atau bahkan 80tahun. Semuanya bergantung pintar-pintar merawat ati, menjaga kebugaran tubuh. Kondisi SEGAR, sehat dan bugar, selalu kita dambakan.
Tidur malam, banyak disarankan, bagi remaja antara 6~8 jam/hari, usia 80 keatas antara 7~9jam/hari. Bagi saya sudah sangat sulit bisa tidur malam diatas 8jam. Makanya diutamakan tidur malam dengan harapan kualitasnya daripada durasi tidur panjang/lama!
Mangkanya cermati siklus tidur, sirkadian, yang memberikan informasi kualitas tidur kita. Juga durasi tidur lama tapi tidak berkualitas, dapat dirasakan atas kebugaran kita saat bangun pagi! Akan diperoleh informasi kapan tidur ringan, nyenyak, REM, rapid eye movenent dan kualitas tidur kita.
Tidurpun memerlukan keikhlasan. Barokallah. (*)



