33.5 C
Semarang
Senin, 20 April 2026

Zen On Wheels – Seni Mengelola Pikiran demi Keselamatan Berkendara Perempuan di Jawa Tengah




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gemericik air dan suasana asri River Walk Boja, Desa Ngadibolo, menjadi latar unik bagi sebuah perhelatan yang tidak biasa. Bukan sekadar kumpul komunitas motor biasa, sebanyak 60 lady bikers yang terdiri dari konsumen Honda dan mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkumpul pada Sabtu (18/04) untuk membedah filosofi baru dalam berkendara: Zen On Wheels.

Acara yang diprakarsai oleh kolaborasi apik antara Astra Motor Jawa Tengah, Kepolisian, dan praktisi kesehatan mental ini dibuka dengan hangat oleh perwakilan HIPMI Universitas Semarang. Seminar ini bertujuan menggeser stigma bahwa keselamatan berkendara hanyalah soal kemampuan teknis memutar gas atau menginjak rem.

Membuka sesi materi, Aiptu Agung Sugiarto dari Satlantas Polrestabes Semarang menyajikan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data kecelakaan regional 2025, keterlibatan pengendara perempuan pada usia produktif masih menjadi perhatian serius. Ia menekankan bahwa pemahaman aturan lalu lintas dan legalitas berkendara (SIM) adalah perlindungan pertama bagi setiap pengguna jalan.

Baca juga:  Tetap Irit BBM & Utamakan #Cari_Aman

Namun, kejutan sesungguhnya datang dari aspek psikologis. Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, memaparkan fakta bahwa lebih dari 55% perempuan yang mengalami kecelakaan ternyata terlambat menyadari adanya bahaya.


“Banyak dari kita yang tubuhnya ada di atas motor, tapi pikirannya masih di meja kuliah, kantor atau urusan rumah. Itulah mental load,” ujar Oke. “Saat pikiran penuh, hormon kortisol naik. Efeknya? Tubuh cepat lelah dan fokus mata kita menyempit. Zen on Wheels adalah mengajak kita kembali ‘hadir’ sepenuhnya di jalanan.”

Yang membuat seminar ini berbeda dari edukasi safety riding konvensional adalah kehadiran Anistia Nurfazria. Sebagai praktisi yoga dan meditasi, Anistia mengajak para peserta melakukan teknik pernapasan mindfulness dan relaksasi singkat di sela-sela materi.

Baca juga:  Berlaga di Prancis, Delvintor Optimis Suguhkan Performa Positif

Peserta diajak mempraktikkan cara melepaskan emosi negatif sebelum menghidupkan mesin. Menurutnya, mengelola stres bukan hanya membuat perjalanan lebih aman, tapi juga membuat pengendara lebih bahagia saat sampai di tujuan.

Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif. Menjawab keraguan peserta mengenai perjalanan jauh, para narasumber sepakat bahwa kantuk tidak bisa dilawan dengan sekadar kopi, melainkan istirahat fisik secara berkala. Menariknya, terkait kebiasaan berbincang dengan pembonceng, instruktur mengingatkan agar komunikasi tetap dijaga pada level ringan agar tidak mengalihkan fokus visual pengendara dari potensi bahaya di depan. Mari ubah perjalanan rutin kita menjadi momen yang menenangkan, bukan sumber stres tambahan. Tetaplah fokus, tetaplah tenang.




TERKINI




Rekomendasi

...