JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati. Posyandu Pepaya yang mewakili wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon, berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Pertama dalam Lomba Posyandu Terbaik Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026.
Penetapan juara tersebut tertuang dalam surat resmi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nomor: 400.7.27.1/2512/2026. Berdasarkan hasil akumulasi nilai yang dirilis pada 5 Mei 2026, Posyandu Pepaya menempati peringkat teratas dengan total skor telak yakni 3.099 poin.
Berdasarkan data tabel penilaian, Posyandu Pepaya unggul jauh pada poin visitasi dengan skor 2.575, mengungguli kompetitor terdekatnya, Posyandu Dahlia dari Desa Kesambi (Puskesmas Mejobo) yang harus puas di posisi kedua dengan total nilai 2.557, disusul Pos 3 dari Desa Pladen (Puskesmas Jekulo) di peringkat ketiga.
Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras para kader serta dukungan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah desa dan tenaga Kesehatan, dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
‘’Ini adalah kado luar biasa bagi warga Tumpangkrasak. Kami berharap kemenangan ini menjadi motivasi bagi Posyandu Pepaya untuk terus memberikan layanan prima, khususnya dalam upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah kami,” tutur Sarjoko, Jumat (8/5)
Dengan hasil ini, Posyandu Pepaya diharapkan dapat menjadi percontohan bagi posyandu-posyandu lain di Kabupaten Kudus, dalam hal tata kelola administrasi maupun inovasi pelayanan di lapangan.
‘’Kami harap prestasi ini terus ditingkatkan, demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tumpangkrasak,’’ ujarnya.
Sementara Kepala DKK Kudus, dr Abdul Hakam melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Edi Kusworo, menjelaskan, menjelaskan bahwa lomba posyandu ini mencakup integrasi lintas sektor melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
‘’Lomba Posyandu ini meliputi enam SPM,’’ kata dia.
Adapun enam SPM tersebut meliputi, sektor pendidikan yang menyasar edukasi anak usia dini (PAUD) serta program parenting. Kedua, sektor kesehatan, yang menjadi inti pelayanan meliputi kesehatan ibu hamil, imunisasi, pemantauan gizi, hingga pencegahan penyakit menular.
Bukan hanya itu, aspek lingkungan juga menjadi poin krusial. Materi ketiga mencakup pekerjaan umum, yakni bagaimana posyandu memfasilitasi akses air bersih dan sanitasi. Keempat, perumahan rakyat, yang berfokus pada pendataan dan pemantauan hunian layak bagi warga.
Selanjutnya, aspek keamanan juga turut dinilai melalui poin kelima, yakni trantibum (Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat) melalui edukasi keamanan lingkungan.
‘’Terakhir adalah sektor sosial, yang menekankan pada kemampuan kader dalam mengidentifikasi kebutuhan sosial di wilayahnya,’’ pungkasnya. (han/rit)













