SMP 2 Kudus Batasi HP Demi Optimalisasi Karakter Siswa


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, mendapat respons positif dari daerah. Salah satunya dari Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini. Pihaknya menilai aturan ini sangat baik agar siswa menggunakan gawai untuk hal-hal yang positif.

‘’Kami menyambut baik aturan ini. Pembatasan memang perlu agar anak-anak menggunakan gawai secara positif,’’ ujar In Setyorini, Jumat (24/7).

Kata In, di SMP 2 Kudus, kebijakan pembatasan pemakaian gawai di sekolahnya sebenarnya sudah lama berjalan. Namun, sekolahnya tidak melarang total membawa telepon seluler (HP) karena alasan fungsional.

Menurutnya, banyak siswa yang membutuhkan smartphone untuk memesan ojek online saat pulang sekolah, mengingat tidak semua orang tua bisa mengantar dan menjemput.
Namun, pengawasan ketat diberlakukan sejak pagi hari.


Baca juga:  Kejar Target 'Controlled Landfill', Pemkab Kudus Percepat Penataan TPA

‘’Saat memasuki kelas, seluruh HP siswa wajib dikumpulkan ke dalam boks khusus yang tersedia di setiap kelas. Petugas kelas akan mencentang daftar hadir pemilik HP, menghitung jumlahnya, lalu membawanya ke kantor guru untuk disimpan dengan aman. HP tersebut diberi nama dan tidak boleh diambil, kecuali untuk keperluan pembelajaran,’’ tegasnya.

‘’Minimalisasi pegang HP di sekolah ini sukses berjalan. Contohnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia, HP hanya dikeluarkan jika guru memanfaatkannya sebagai media belajar,’’ imbuhnya.

Selain pembatasan, SMP 2 Kudus mengoptimalkan era digital untuk pembentukan karakter. Siswa wajib mengisi aplikasi jurnal ‘’Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’’ pada laman atau aplikasi 7kaih.smp2kudus.sch.id.

Jurnal digital ini memantau aktivitas harian siswa, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat.

Baca juga:  BPJAMSOSTEK Kudus Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp24,5 Miliar Untuk 280 Anak

‘’Ke depan, sekolah juga siap meluncurkan aplikasi absensi digital yang terhubung langsung ke orang tua. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pilar pembelajaran karakter sekaligus pemanfaatan teknologi yang tepat guna,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...