PG Rendeng Optimis Kejar Target Giling 306 Ribu Ton Tebu


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus terus memacu produksi untuk memenuhi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) musim giling tahun ini. Hingga akhir Oktober mendatang, pabrik gula peninggalan kolonial ini ditargetkan mampu menggiling sebanyak 306.721,61 ton tebu.

Wakil Manajer Teknik PG Rendeng, Yuke Adetya, mengungkapkan bahwa proses produksi berjalan sesuai jalur yang direncanakan. Berdasarkan data per 6 Agustus, realisasi giling telah mencapai 205.562,11 ton atau sekitar 67 persen dari target yang ditetapkan.

‘’Capaian giling tersebut berhasil kami bukukan dalam waktu 81 hari kerja. Kami masih memiliki sisa waktu yang cukup, mengingat total target waktu musim giling tahun ini dijadwalkan selama 150 hari,’’ ujar Yuke.

Dalam operasional harian, PG Rendeng mempertahankan kapasitas giling harian (TCD/Ton Cane per Day) sebesar 3.000 TCD. Performa mesin yang stabil menjadi kunci utama untuk menjaga ritme produksi massal ini.

Selain fokus pada volume gilingan tebu, PG Rendeng juga terus menggenjot produksi Gula Kristal Putih (GKP). Dari target total RKAP sebesar 21.000 ton gula, realisasi per 6 Agustus telah menyentuh angka 12.000 ton, atau sekitar 61 persen.

Baca juga:  Perkuat Budaya Literasi, Gedung Baru Perpusda Resmi Dibuka

Meski demikian, tantangan muncul pada angka rendemen (kadar kandungan gula dalam batang tebu). Saat ini, realisasi rata-rata rendemen berada di angka 6,3 persen, sedikit di bawah target awal RKAP yang dipatok sebesar 6,88 persen.

‘’Manajemen terus berupaya mengoptimalkan proses pemrosesan di dalam pabrik untuk menekan kehilangan losis (loss) gula,’’ tandasnya.

Untuk pasokan bahan baku, Yuke menjelaskan bahwa tebu yang digiling di PG Rendeng mayoritas berasal dari wilayah Pati Raya. Dari seluruh wilayah pemasok, pasokan tebu paling besar didatangkan dari Kabupaten Blora.

‘’Sinergi dengan para petani tebu daerah terus diperkuat guna memastikan aliran bahan baku ke pabrik tetap lancar hingga akhir musim giling,’’ kata Yuke.

Sebelumnya, PG Rendeng secara resmi memulai rangkaian musim giling tahun 2026, ditandai prosesi tradisional Gantingi atau pengantin tebu yang digelar meriah. Tradisi tahunan ini menjadi simbol kesiapan pabrik gula peninggalan kolonial tersebut, untuk memacu produksi dan mendukung swasembada pangan nasional.

Baca juga:  Kiai di Jateng Peduli Pengendalian COVID-19, Gus Yasin Beri Apresiasi

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hapmoko, mengungkapkan bahwa operasional penggilingan akan dimulai secara efektif pada pertengahan Mei mendatang. Ia optimis tahun ini akan menjadi tahun peningkatan performa bagi PG Rendeng.

‘’Target kami tahun ini adalah menggiling sekitar 400 ribu ton tebu. Jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 328 ribu ton, ada kenaikan signifikan sekitar 130 persen,’’ ujar Erwin, saat ditemui di sela-sela prosesi, Rabu pagi.

Lanjutnya, pada prosesi giling tebu tahun ini, ihak manajemen mematok target rendemen sebesar 7 persen, dengan estimasi total produksi gula mencapai 28.000 ton selama masa giling yang diprediksi berlangsung selama lima bulan ke depan.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, PG Rendeng mengandalkan pasokan tebu dari lahan seluas 5.400 hektar yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.

‘’Khusus wilayah Rembang dan Jepara, luasan lahan tebu mencapai sekitar 600 hektar’’ tuturnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...