Tanah Ambles Sempadan Sungai Juwana Ancam 150 Rumah Warga


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Tanah di sempadan Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mengalami retak dan ambles. Kondisi tersebut mengancam sekitar 150 rumah warga yang berada di kawasan tersebut.

Retakan tanah terjadi sepanjang sekitar 100 meter dengan kedalaman mencapai 50 sentimeter. Sementara lebar retakan di sejumlah titik mencapai sekitar 30 sentimeter.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah bangunan di sekitar lokasi ikut terdampak. Di antaranya rumah pompa pengairan pertanian, tembok penahan, serta punden Mbah Sati yang memiliki kaitan dengan sejarah desa. Bangunan-bangunan tersebut terlihat mulai miring akibat tanah yang kehilangan kestabilan.

Warno, warga setempat, mengatakan retakan mulai terlihat pada Rabu (19/8/2026). Tanah kemudian ambles secara perlahan dan retakan semakin melebar.

“Khawatir, karena ada 150 rumah di sini. Takutnya meluas sampai ke rumah-rumah,” kata Warno.

Ketua RT 03 RW 02 Desa Tondomulyo, Sampang, mengatakan kondisi serupa sebenarnya pernah terjadi di lokasi yang sama. Menurutnya, kejadian kali ini merupakan yang kedua.

Baca juga:  Ribuan Korban Banjir Kudus Mengungsi ke Gedung DPRD

“Sudah dua kali ini. Yang dulu masih ditanggung WIKA karena masih tanggung jawab pemborong,” ujarnya.

Ia mengatakan tanah ambles secara perlahan dan tidak disertai suara keras. Kondisi tersebut bermula dari retakan kecil yang kemudian semakin melebar hingga menyebabkan tebing di tepi sungai hancur.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga berdampak terhadap sektor pertanian. Tanah ambles membuat saluran pengairan terganggu sehingga petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawah.

“Dampak yang paling berat itu pertanian tersendat. Sawah sudah hampir 20 hari ditanami, tetapi ini jelas tidak bisa memberikan air,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan dengan memperbaiki dan memperkuat kembali tanah di tepi sungai. Mereka mengaku tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri karena kondisi kerusakan cukup parah.

“Harapannya minta bantuan pemerintah supaya ini dibangun lagi, diuruk lagi seperti dulu. Kalau dari masyarakat jelas tidak mungkin mampu, karena terlalu parah,” ujarnya.

Baca juga:  Sam’ani Bidik Pasar Saerah jadi ‘Tora Sera’

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pati Suntoro mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait kondisi tersebut.

“Terkait tanah ambles di pinggir sungai, kami tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena BBWS yang berwenang soal sungai,” ujar Suntoro.

BPBD masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan terhadap tanah ambles di bantaran Sungai Juwana tersebut.

Amblesnya tanah di tepi Sungai Juwana ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun sebelumnya, tanah di sekitar lokasi juga pernah mengalami ambles hingga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Warga menyebut kondisi tersebut mulai terjadi setelah bendung karet beroperasi. Sebelum bendung karet beroperasi, menurut mereka, belum pernah terjadi tanah ambles di sekitar lokasi.

Warga kini berharap penanganan segera dilakukan agar retakan tidak semakin meluas dan mengancam permukiman maupun lahan pertanian di sekitarnya.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...