JATENGPOS.CO.ID, PATI – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terus meluas. Hingga Kamis (10/9) pukul 13.00 WIB, jumlah warga sekolah yang mengalami gejala dugaan keracunan mencapai 269 orang.
Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati. Dalam perkembangan terbaru, satu sekolah lainnya turut terdampak, yakni MTs Mambaul Ulum Gembong.
Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, dari total 269 korban bergejala, sebanyak 59 orang harus menjalani rawat inap, sedangkan 154 orang menjalani rawat jalan.
Pasien rawat inap tersebar di empat rumah sakit. Rinciannya, RSUD Soewondo menangani 24 pasien, RS Mitra Bangsa 13 pasien, RS KSH 20 pasien, dan RS Fastabiq Sehat dua pasien.
Sementara itu, pasien yang menjalani rawat jalan tercatat sebanyak 154 orang. Sebanyak 120 pasien mendapat penanganan di RSUD Soewondo, 31 pasien di RS Mitra Bangsa, dan tiga pasien di Puskesmas Gembong.
Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan data sebelumnya. Pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB, Dinkes mencatat 259 orang mengalami gejala dugaan keracunan, dengan 48 orang menjalani rawat inap dan 139 orang menjalani rawat jalan.
Para siswa dan tenaga pendidik sebelumnya mulai mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9). Gejala yang dilaporkan antara lain mual, pusing, muntah, sakit perut hingga diare.
Dinkes Kabupaten Pati bersama jajaran terkait hingga kini masih melakukan pemutakhiran data serta memantau kondisi para korban. Penanganan medis juga terus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan untuk memastikan seluruh warga sekolah yang terdampak mendapatkan perawatan.(Ida/rit)




