Sinergi Pemkab-Swasta Bedah 400 RTLH di Kudus


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS –Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memimpin langsung serah terima Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap II Kabupaten Kudus Tahun 2026 secara simbolis, di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (21/9).

Seremoni yang menjadi buah manis kolaborasi antara Pemkab Kudus dan sektor perusahaan swasta ini, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan apresiasi mendalam kepada sektor swasta yang telah berkomitmen nyata membangun 400 unit rumah bagi masyarakat Kudus sepanjang tahun ini. Dia juga menegaskan bahwa program RSLH ini bukan sekadar bantuan sosial, juga langkah strategis yang selaras dengan agenda nasional.

‘’Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada dua perusahaan swasta di Kudus yang tahun ini membangun 400 unit. Kami selalu support, dukung kegiatan ini, tentunya ini untuk masyarakat Kudus. Hal ini juga searah dengan Program Asta Cita, yakni penyediaan 3 juta rumah bagi seluruh rakyat Indonesia,’’ ujar Sam’ani.

Baca juga:  Bupati Grobogan Serahkan Paket Sembako Bantuan Presiden

Lebih lanjut, Sam’ani optimistis pemenuhan kebutuhan papan yang layak akan menjadi pemantik bagi kesejahteraan yang lebih luas,’’Semoga Kabupaten Kudus terus bangkit, tidak hanya masalah rumah saja. Tadi disampaikan, sandang, pangan, papan. Penghasilan juga penting, dengan rumah yang sudah baik, semoga semakin semangat bekerja, daya beli meningkat, dan menuju masyarakat sejahtera,’’ harapnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, memaparkan realisasi fisik pembangunan yang telah dicapai hingga saat ini. Pihaknya optimistis sisa target tahunan akan rampung tepat waktu, bahkan bersiap meningkatkan volume program pada tahun mendatang.

‘’Kudus targetnya 400, sampai hari ini kita sudah bisa mewujudkan 292 rumah. Masih kurang 108, Insya Allah kita selesaikan di bulan Desember. Tahun depan, kita akan bangun 500 lagi, sebagai bagian dari target total 2.500 rumah sampai tahun 2029 nanti,’’ pungkas Budiharto.

Baca juga:  Pemkab Pati Kukuhkan 242 Kepala UPTD Satuan Pendidikan

Salah satu penerima manfaat, Marianto, warga Desa Padurenan, Gebog, Kudus, mengaku sebelumnya atap rumahnya bocor saat hujan. Kemudian lantai masih tanah. Melihat kondisi tersebut, sebagai kepala keluarga dia pun tak dapat berbuat banyak karena keterbasan biaya.

‘’Alhamdulillah saat ini sudah tidak bocor lagi dan lantainya pun sudah mulua (keramik),’’ tutupnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...