JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah, Sri Hartini, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus Periode 2026-2031 yang dipimpin oleh Ali Ismanto.
Dalam arahannya, kepengurusan baru ini diminta untuk segera mengambil peran strategis sebagai “rumah” bagi pergerakan koperasi dan UMKM di Kabupaten Kudus.
Sri Hartini menekankan pentingnya sinergi yang erat antara Dekopinda dengan pemerintah daerah guna menyelaraskan program-program nasional, khususnya dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Dekopinda harus bisa menjadi rumah bagi pergerakan koperasi di Kabupaten Kudus. Apalagi di Kudus ini UMKM dan perindustriannya maju, tentu ini momen yang bagus agar Dekopinda hadir di tengah-tengah mereka serta siap ‘pasang badan’ untuk dunia pergerakan koperasi,” ujar Sri Hartini, Rabu (28/10).
Selain itu, ia juga mengingatkan para pengurus baru untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif terhadap kemajuan zaman, rajin turun ke lapangan, serta aktif berkonsolidasi dengan pelaku koperasi di tingkat akar rumput.
Disisi lain, dalam kesempatan itu dia juga menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sri Hartini yang juga merupakan anggota DPRD dari Dapil Kudus menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi hingga ke tingkat desa. Potensi lokal seperti industri kecil dan sektor pertanian harus dirangkul agar mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai koperasi di desa hanya menjadi simbol. Ekonomi di desa harus benar-benar digerakkan, potensi digali, dan masyarakat dilatih agar mendapatkan penghasilan nyata dari pergerakan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kudus yang baru dilantik, Ali Ismanto, menyatakan komitmennya untuk membangkitkan kembali semangat gerakan koperasi di Kudus agar memberikan kemanfaatan langsung bagi para anggota dan berdampak positif bagi perekonomian daerah.
“Program kerja kami akan difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, pengembangan usaha, inovasi usaha, serta manajemen pengelolaan keuangan yang baik,” pungkas Ali. (han/rit)








