JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada malam ini untuk mengikuti acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol.
Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan puncak sepak bola dunia, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Samuel Wattimena anggota Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, salah satu pengampu kegiatan menjelaskan, acara nobar digelar melalui kerja sama dengan TVRI yang memberikan dukungan penayangan pertandingan.
Program serupa hanya dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
“Sepak bola sudah menjadi olahraga favorit hampir seluruh masyarakat Indonesia. Karena ada kesempatan menggelar nobar, kami juga ingin menghadirkan manfaat ekonomi dengan melibatkan para pelaku UMKM,” ujarnya, disela jeda pertandingan, Senin (20/7/2026) dini hari.
Puluhan pelaku UMKM makanan dan minuman dilibatkan secara langsung untuk berjualan di lokasi acara.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih agar masyarakat dapat menikmati kuliner sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada pedagang lokal.
“Daripada panitia menyediakan konsumsi sendiri, lebih baik langsung melibatkan UMKM yang sudah berjualan. Dengan begitu ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.
Pihak penyelenggara mengaku sempat berencana menghadirkan stan penjualan kaus bertema Piala Dunia.
Namun rencana tersebut batal karena terbentur persoalan lisensi. Kerja sama yang diberikan hanya mencakup hak penayangan pertandingan, bukan penggunaan atribut resmi Piala Dunia.
Mengenai laga final, ia memprediksi Spanyol memiliki peluang besar meraih kemenangan berkat permainan yang dinilai atraktif. Namun, semangat juang dan daya juang Argentina juga dinilai menjadi faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Kalau melihat permainan, Spanyol tampil sangat baik. Tetapi Argentina punya semangat juang yang luar biasa. Itu yang membuat pertandingan akan sangat menarik,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga mengambil nilai positif dari olahraga sepak bola.
“Di dalam sepak bola ada pemain hebat di setiap posisi, tetapi kemenangan hanya bisa diraih melalui kerja sama tim. Filosofi itu juga penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, maupun berpartai. Semangat kebersamaan menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama,” pungkas Samuel Wattimena. (ucl/rit)





