Polisi ke Panggung Seni: Misi Briptu Adi Qori Membangun Karakter Lewat Sanggar Sarasvati Widiasmara Art


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Suasana hangat menyelimuti ruang kerja utama (Rupatama) Polres Semarang pada Rabu (26/8/2026). Jajaran kepolisian setempat kedatangan tamu istimewa, Tim Visitasi Kompolnas Awards 2026 yang dipimpin langsung oleh Dr. Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., bersama Sonya Hellen Sinombor, S.H., M.H., dan Dr. Mardonna Lamtiu, S.Pd., M.M.

Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan misi penting untuk memverifikasi langsung inovasi nyata yang lahir dari balik korps bhayangkara.

Perhatian utama tim penilai tertuju pada sosok Briptu Pol Adi Qori Kurniawan. Polisi muda ini sukses menembus jajaran nominator bergengsi Kompolnas Awards 2026 untuk kategori perseorangan kelompok Prosperity.

Tak heran jika tim visitasi langsung bergerak turun lapangan, menyambangi Sanggar Sarasvati Widiasmara Art di kawasan Ambarawa yang selama ini dibina oleh sang polisi kreatif.

Baca juga:  Monitoring Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Kecamatan Sayung

Berdiri sejak 29 Januari 2016, sanggar tersebut menjelma menjadi oase kultural bagi masyarakat sekitar. Di tempat ini, seni tari, drama, dan musik berpadu menjadi ruang pembinaan karakter yang positif, tidak hanya bagi anak-anak dan generasi muda normal, tetapi juga merangkul penyandang disabilitas.

Bagi Briptu Adi Qori, seni adalah jembatan paling humanis untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat sekaligus membentengi generasi penerus dari lingkaran hitam kenakalan remaja.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., yang menyambut langsung tim visitasi bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat, mengungkapkan rasa bangganya.

Menurutnya, dedikasi Briptu Adi membuktikan bahwa ruang pengabdian seorang anggota Polri melampaui batas-batas tugas pengamanan konvensional.

Baca juga:  Pemkab Semarang Perluas Akses Pendidikan Usia Dini

“Melalui seni dan budaya, beliau mampu membangun ruang kegiatan yang positif bagi anak-anak dan generasi muda. Tentu ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kemitraan dengan masyarakat,” ungkap AKBP Heru.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Visitasi Dr. Yusuf menegaskan bahwa Kompolnas Awards mencari substansi, bukan sekadar gimik administratif. Praktik baik seperti yang dilakukan di Ambarawa dinilai mampu memberikan dampak sosial yang terukur di tengah masyarakat.

“Sanggar ini tidak hanya menjadi tempat belajar seni, tetapi juga wadah pengembangan potensi generasi muda dan pendampingan yang inklusif. Praktik-praktik baik inilah yang harus terus dipertahankan dan disebarluaskan,” pungkas Dr. Yusuf di sela-sela peninjauannya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...