JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Kemarau panjang mulai membuat sebagian warga Kabupaten Semarang harus berjuang mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga terus digerakkan. Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang bersama PDAM turun langsung menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air.
Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Hj Peni Ngesti Nugraha, memimpin langsung penyaluran bantuan air bersih di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Selasa (8/9/2026) siang.
Bersama jajaran pengurus TP PKK, Peni didampingi Kepala Dispermasdes Suyana, Camat Suruh Vega Lazuardi serta jajaran Forkopimcam. Air bersih yang diangkut menggunakan mobil tangki PDAM kemudian dialirkan ke tempat penampungan milik warga.
Bagi warga Jagir, bantuan tersebut bukan sekadar air yang mengisi penampungan. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, setiap liter air menjadi kebutuhan penting untuk bertahan menjalani aktivitas sehari-hari.
“Ini kepedulian Tim Penggerak PKK yang didukung PDAM untuk membantu warga yang kesulitan air bersih,” kata Peni di sela kegiatan.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ketersediaan air juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.
Karena itu, TP PKK Kabupaten Semarang memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak kemarau. Jangan sampai keterbatasan air justru memunculkan persoalan kesehatan maupun dampak buruk lainnya bagi masyarakat.
Kepala Dusun Jagir, Nur Amin, mengatakan kebutuhan air bersih di wilayahnya cukup tinggi. Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, air juga sangat dibutuhkan untuk aktivitas peternakan warga.
Di Dusun Jagir terdapat sekitar 260 kepala keluarga atau 870 jiwa. Sebagian warga juga menggantungkan penghidupan dari beternak sapi. Tercatat sekitar 230 ekor sapi berada di wilayah tersebut.
Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 35 liter air per ekor sapi setiap hari, kebutuhan air untuk peternakan saja mencapai ribuan liter per hari.
“Sudah ada rencana pembuatan sumur bor yang akan difasilitasi TNI. Semoga bisa segera terlaksana tahun ini,” ujar Nur Amin.
Pembuatan sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga Jagir. Sebab, bantuan distribusi air bersih memang mampu menjawab kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi ketersediaan sumber air permanen menjadi kebutuhan yang jauh lebih mendesak.
PDAM Kirim Tiga Tangki Air
Dukungan juga datang dari PDAM. Direktur Utama PDAM Guswakhid Hidayat mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Jagir.
Dua mobil tangki memiliki kapasitas masing-masing 4.000 liter, sedangkan satu mobil lainnya berkapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai 13.000 liter air bersih.
“Kami siap mendukung penyediaan bantuan air bersih ini sesuai dengan kemampuan. Hal ini tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” jelas Guswakhid.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama kemarau panjang, sembari menunggu upaya penyediaan sumber air yang lebih permanen.
Kepedulian TP PKK Kabupaten Semarang tidak berhenti pada distribusi air bersih. Dalam kesempatan yang sama, Peni Yulianingsih juga menyerahkan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.
Paket bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah kondisi kemarau yang turut memberikan tekanan terhadap kehidupan ekonomi sebagian warga.
“Bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok harian,” pungkas Peni.
Di Dusun Jagir, aliran air yang datang melalui mobil tangki menjadi secercah harapan di tengah kemarau. Sembari menanti hadirnya sumber air permanen, kepedulian berbagai pihak menjadi penopang penting agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (muz)




