Kantor Kecamatan Gesi Berubah Kuning Cerah, Plt Camat Bantah Muatan Politis


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Wajah Kantor Kecamatan Gesi mendadak mencuri perhatian. Fasad kantor yang berada di wilayah Sragen utara itu kini didominasi warna kuning cerah.

Pengecatan ulang dilakukan di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gesi Dion Henry Wibowo. Langkah yang disebut sebagai bagian dari program glowingisasi itu memunculkan spekulasi, mengingat Bupati Sragen Sigit Pamungkas merupakan kader Partai Golkar yang identik dengan warna kuning.

Dion menegaskan, pemilihan warna tersebut murni pertimbangan estetika dan teknis, bukan muatan politik.

“Ya, menyesuaikan saja,” ujar Dion, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, cat lama kantor sudah kusam, berjamur, dan tidak sedap dipandang, menyerupai warna pagar yang usang. Bagian depan yang semula berwarna merah dan putih juga mengalami kerusakan akibat jamur.

Baca juga:  Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Gus Nabil Ajak Pemuda Miliki Nilai Nasionalisme

Menurutnya, warna netral seperti putih atau krem terbukti tidak tahan lama dan cepat kusam di tengah cuaca ekstrem. Karena itu, pihaknya memilih warna kuning yang dinilai lebih cerah dan tahan lama.

“Akhirnya ya kita ubah. Bagian yang dulunya merah, termasuk sisi putih di bagian depan yang sempat berjamur, semuanya ikut kita cat ulang,” ungkapnya.

Fenomena pengecatan dengan dominasi warna kuning bukan hanya terjadi di Gesi. Sejumlah kecamatan lain di Sragen juga telah lebih dulu melakukan pembaruan fasad, seperti Kecamatan Tanon, Mondokan, Jenar, hingga Kedawung.

Meski didominasi kuning, pihaknya tetap memperhatikan harmonisasi visual. Sentuhan warna biru, putih, dan merah tetap dipertahankan agar tidak monoton. Bahkan, trotoar di sekitar kantor juga dibuat selaras dengan konsep pedestrian perkotaan.

Baca juga:  Pesan Rektor Prof Farida Wisuda Saat Univet Bantara Sukoharjo, Terus Berprestasi Pencerah bagi Lingkungan

Menanggapi anggapan adanya pesanan politik, Dion menanggapinya dengan santai. Ia menyadari warna kuning kerap dikaitkan dengan simbol partai tertentu.

“Padahal kita hanya memadukan warna yang terbaik saja. Tenang saja, unsur warna biru tetap ada, merahnya juga masih ada, dan trotoar kita buat selaras,” ujarnya.

Program pembenahan Kantor Kecamatan Gesi tersebut menggunakan anggaran swadaya dan efisiensi sekitar Rp20 juta. Selain pengecatan dinding dan penataan trotoar, pembenahan juga menyasar penambahan lampu hias untuk penerangan area publik.

“Biar warga yang datang atau sekadar nongkrong di area kecamatan merasa lebih nyaman. Paling lambat tanggal 28 besok semuanya beres,” pungkas Dion. (yas/rit)



TERKINI

Dinsos Kudus Gandeng APH Bina Belasan Remaja

Rekomendasi

...