Respati Siapkan Loker dan Masjid di Stadion Manahan


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau langsung progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di Stadion Manahan Solo pada Jumat (30/10). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek fasilitas publik seperti ruang ganti, ruang bilas, hingga rumah ibadah berjalan sesuai rencana.

Berbagai fasilitas yang saat ini tengah dikebut pengerjaannya meliputi loker room, shower room, serta pembangunan masjid baru. Seluruh rangkaian proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2026.

“Kehadiran fasilitas umum ini disiapkan tidak hanya bagi para pelari pagi atau sore, tetapi juga diperuntukkan bagi penonton sepak bola serta masyarakat luas yang mengikuti berbagai kegiatan di kawasan olahraga tersebut,” Kata Respati.

Respati menjelaskan bahwa fasilitas loker room dan shower room sengaja dibangun terpisah dari bangunan masjid agar pemanfaatannya bisa lebih optimal dan sesuai dengan fungsi masing-masing. Ruang ganti dan bilas ini terbuka bagi siapa saja yang memanfaatkan fasilitas umum di kawasan Manahan.

Baca juga:  Peresmian Panggung Sanggabuwana Karaton Surakarta Tanpa Kehadiran Purbaya

“Loker room untuk masyarakat umum semua yang menggunakan fasilitas umum, ujar Respati saat memberikan keterangan. Akhir tahun ini insyaallah bisa selesai. Jadi nanti tidak hanya pelari, suporter nanti yang nonton bola atau orang yang sedang berkegiatan di Manahan bisa menggunakan loker room di sini termasuk shower room yang terpisah dari masjid,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk fasilitas ibadah, pembangunan masjid di kawasan Manahan bukanlah bangunan baru melainkan sebagai pengganti masjid yang sebelumnya berada di area koridor Manahan. Berdasarkan usulan dari DPRD Kota Solo, masjid relokasi tersebut dinamai Masjid Sehat Wal Afiah.

Dalam proses pembangunan masjid tersebut, Respati menerapkan langkah efisiensi anggaran secara signifikan. Pagu anggaran yang mulanya direncanakan sebesar Rp3 miliar berhasil ditekan menjadi Rp1,4 miliar tanpa mengorbankan kualitas, fungsi, maupun estetika bangunan.

Baca juga:  Tekan Peredaran Narkoba, BNNK Surakarta Bentuk Tim IBM Sudiroprajan

Awalnya berlebihan makanya ini sesuai fungsinya tidak menghilangkan estetika tetap terjaga, tutur Respati. Dan ini dibuat tanpa AC ini saya terinspirasi desain dari rest area di Tol Solo-Jakarta. Intinya di situlah letak penghematan tanpa mengurangi esensi, tambahnya.

Dengan beroperasinya fasilitas-fasilitas baru tersebut, Respati berharap kenyamanan warga Solo dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan Manahan semakin meningkat. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat aset publik yang telah dibangun dengan dana pemerintah.

“Mohon nanti dirawat bareng warga Solo, pungkasnya. Saya titip shower room, loker room kita rawat bersama.” Pesan Respati. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...