Unik! Lima Nenek Bidan Puskesmas Jumo Temanggung Lulus Sarjana Kebidanan Bersamaan di UNW Ungaran




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Di antara ratusan peserta Sumpah Prosesi dan Pelepasan Lulusan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (20/5/2026), lima sosok nenek-nenek ini mencuri perhatian. Meski usia sudah kepala lima, tapi semangatnya tak kalah dari mahasiswa muda. Siapa sosok kelima wisudawan itu?

Mereka adalah Tety Rahmawati, Artati Dianasari, Rini Setyani, Ristiyanawati, dan Tri Mulyati, bidan-bidan dari Puskesmas Jumo Temanggung yang baru saja menyandang gelar Sarjana Terapan Kebidanan (S.,Tr.,Keb) bersama 216 wisudawan yang diambil Sumpah Profesi.

“Usia tidak lagi muda tak menyurutkan kami untuk menempuh pendidikan hingga lulus,” kata Tety Rahmawati (55) saat ditemui Jateng Pos seusai acara wisuda di halaman gedung Abimantrana Ballroom The Wujil Resort & Conventions, Rabu (20/5/2026) siang.

Dituturkannya, mereka berlima sama-sama ASN bertugas di Puskesmas Jumo dan mulai menempuh kuliah jenjang Sarjana bersama-sama. Alhasil, mereka yang sudah nenek-nenek ini saat diwisuda juga bersama-sama.

Masa pendidikan kampus dikerjakan selepas tugas melayani pasien di puskesmas. Bahkan, malam hari pun sempatkan membuka laptop mengikuti kuliah daring. Alasan mereka kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Menurut Tety, ilmu pengetahuan harus terus diasah.

“Di samping kita lebih memperdalam ilmu, terus menambah-nambah pengetahuan juga. Juga sebagai tuntutan profesi. Untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB), sertifikat profesi jadi syarat wajib. Sertifikat profesi sebagai syarat membuat klinik sendiri,” ujar nenek satu cucu ini.

Di rumahnya di Desa Giyono, Kecamatan Jumo, selama ini ia hanya membuka praktik terbatas untuk pemeriksaan kehamilan dan pemasangan alat kontrasepsi KB. Ia merasa lega jika bisa lebih maksimal membantu warga sekitar.

Baca juga:  PBPI Jateng Bakal Wujudkan Prestasi Padel di Tingkat Nasional

“Saya senang bisa menolong tetangga dekat atau warga sekitar desa, ya kita membantu seusai keahlian itu saja,” kata istri pensiunan perbankan yang punya 2 orang anak seorang dokter gigi dan anggota polisi ini.

Lima bidan ini sengaja kuliah bersama, alasannya sederhana; biar kompak dan saling menguatkan. “Kita kan juga pengen kebersamaan. Kalau kita ke kampus sama-sama, kita punya tugas sama-sama, sampai kita sumpah profesi juga sama-sama,” sambung Artati Dianasari (56), teman satu kerja di Puskesmas Jumo yang juga diwisuda bersama.

Mulai 2028, lanjut Artati, bidan yang ingin membuka praktik mandiri wajib punya profesi. Karena itu, kelimanya memilih melanjutkan kuliah ke jenjang terapan. “Kalau di puskesmas kan otomatis kita sudah bisa memberi pelayanan. Tapi untuk di rumah, dengan membuka praktik mandiri di tahun 2028 wajib profesi. Biar ilmunya juga berkembang,” kata Artati.

Ibu tiga anak dan seorang cucu ini mengaku mendapat dukungan penuh dari suami dan keluarga. Berkat dukungan mereka juga teman sejawat di Puskesmas Jumo ia berhasil menyelesaikan Sarjana tepat waktu dengan nilai memuaskan.

Tety dan Artati mewakili rekan-rekannya, selepas wisuda akan mengabdikan diri menjadi pelayanan kesehatan di desa masing-masing. Tety yang tinggal di Desa Giyono membuka klinik di rumahnya, begitu juga Artati akan buka praktik di rumahnya di Desa Bongos Kecamatan Jumo. Bukti belajar tidak mengenal kata terlambat, dan pengabdian tidak pernah selesai.

Baca juga:  Komisi E DPRD Jateng Bagus Suryokusumo: Pemuda Butuh Wadah Berkreasi

 

Upacara pengambilan Sumpah Prosesi dan Pelepasan Lulusan Sarjana Kebidanan UNW Ungaran di Abimantrana Ballroom The Wujil Resort & Conventions, Rabu (20/5/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Garda Terdepan Kesehatan

Wakil Rektor Bidang Akademik I UNW, Dr. Sigit Ambar Widyawati, S.KM., M.Kes., dalam sambutan menyampaikan jumlah peserta Sumpah Profesi dan Pelepasan Lulusan tahun 2026 ini sebanyak 216 lulusan. Mereka dari Program Studi Profesi Ners, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan dan Program Studi Profesi Apoteker di Fakultas Kesehatan.

“Dengan penambahan 216 lulusan ini, maka jumlah keseluruhan lulusan UNW sampai saat ini sebanyak 19.959 lulusan. Semoga jumlah lulusan tersebut dapat memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan derajat kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Rektor UNW Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., menyampaikan wisuda ini bukan sebuah ritual perpisahan biasa, melainkan momentum peluncuran agung. Jika UNW diibaratkan sebagai sebuah pelabuhan besar, maka para lulusan adalah kapal-kapal tangguh yang selama kurang lebih 2 semester telah ditempa hebat oleh badai teori, ombak ujian klinis, dan gemblengan kesabaran di laboratorium kehidupan.

“Hari ini, dengan rasa bangga yang membubung tinggi, dermaga UNW resmi melepas 216 lentera kemanusiaan baru untuk menerangi kegelapan. Di hadapan kita telah berdiri kokoh 99 Ners yang siap menjadi perisai empati di garda terdepan kesehatan. Berdampingan dengan 77 Bidan yang akan melangkah sebagai jembatan suci bagi lahirnya kehidupan baru di bumi, serta 40 Apoteker yang akan meramu kesembuhan sekaligus merajut kembali harapan bagi peradaban,” ujarnya. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...