Ribuan UMKM Kudus Siap Naik Kelas


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program sertifikasi halal massal. Langkah strategis ini diwujudkan lewat agenda Sosialisasi dan Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM, di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (25/6).

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan posisi UMKM sebagai pilar utama perekonomian, yang terbukti tangguh menghadapi gejolak global, nasional, maupun daerah. Guna mendorong sektor ini naik kelas, Pemkab Kudus bergerak cepat memberikan dukungan nyata lewat standardisasi produk.

‘’Hingga saat ini, sebanyak 10.445 sertifikat halal telah diterbitkan bagi pelaku usaha di Kabupaten Kudus. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk mereka,’’ ujar Sam’ani.

Baca juga:  Kick Off Seleksi Terbuka Sekda 2026

Sam’ani juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Komisi VIII DPR RI atas inisiasi program ini. Apresiasi serupa diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dan UIN Walisongo yang aktif melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha di lapangan.


Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengaku akan terus berupaya meningkatkan kelas UMKM, khususnya di Kabupaten Kudus. Mengingat memiliki mitra kerja selain BPJPH ada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat Nasional (baznas) dan Kemenag. Untuk peningatkan UMKM, nantinya akan diberi modal usaha.

‘’Kami memberikan bantuan modal, ya modal itu dari BPKH bisa, termasuk dari Baznas,’’ tuturnya.

Baca juga:  Polsek Kaliwungu Amankan Cekcok Kreditur-Debitur

Selain bantuan modal, lanjutnya, pemerintah akan memberikan gerobak ataupun tenda jualan untuk pelaku UMKM di Kudus. Bantuan serupa tahun lalu pun telah direalisasikan. Untuk tahun ini, pelaku UMKM yang butuh bantuan gerobak maupun tenda, bisa segera mengajukan.

‘’Kami alokasikan anggarna sekitra Rp1 miliar untuk bantuan gerobak dan tenda jualan ini di Kabupaten Kudus,’’ jelasnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Elly Susanti (63), seorang pedagang kaki lima di kawasan Balai Jagong Kudus, mengaku sangat terbantu oleh sosialisasi ini.

‘’Kami berharap proses pengurusan izin ke depan tetap mudah agar usaha kecil seperti milik saya bisa terus berkembang,’’ ujarnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...