Program Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen di Kudus Dimulai


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) resmi memasuki pengerjaan fisik di Kabupaten Kudus. Pada tahap pertama ini, sebanyak 24 sekolah yang terdiri dari jenjang TK, SD, dan SMP telah memulai proses renovasi sejak Juli 2026 lalu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan bahwa perkembangan proyek berjalan cukup signifikan.

‘’Yang revitalisasi sudah jalan, bahkan di tahap pertama ada 24 TK, SD, dan SMP yang sudah pengerjaan fisik. Ini seharusnya sudah 40 atau 50 persen progresnya,’’ ujar Anggun, Selasa (18/8) baru-baru ini.

Sambungnya, berbeda dengan proyek rehabilitasi biasa, program revitalisasi dari pemerintah pusat ini menerapkan sistem swakelola penuh. Dimana anggaran dari Kemendikdasmen langsung dikirim ke rekening masing-masing sekolah sasaran.

Baca juga:  Posyandu Pepaya Tumpangkrasak Sabet Gelar Terbaik

Sedang Disdikpora Kudus, kata Anggun, hanya bertindak sebagai pengawas lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan. Lalu untuk pengelolaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Anggun menambahkan, program pusat ini akan terus berlanjut hingga tiga gelombang.

‘’Ini nanti ada lanjutan lagi, tahap kedua sekitar 30-an sekolah yang dapat dan tahap tiga juga sekitar 30-an sekolah yang dapat,’’ tambahnya.

Saat sekarang, proyek untuk tahap kedua dan ketiga masih dalam proses penandatanganan kerja sama (PKS) antara pihak sekolah dengan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Dana untuk kedua tahap lanjutan tersebut diprediksi akan cair dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kontras terlihat pada program perbaikan sekolah yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus. Pemkab Kudus diketahui telah mengalokasikan dana sebesar Rp 13 miliar untuk memperbaiki 47 sekolah rusak, yang mencakup 40 SD dan 7 SMP.

Baca juga:  Pemkab Pati Larang Pungutan Sekolah, Dorong Wisata Lokal

Namun, hingga pertengahan Agustus 2026 ini, pengerjaan fisik untuk proyek yang bersumber dari APBD tersebut belum juga dimulai. Kendati mengalami keterlambatan operasional di lapangan, Disdikpora tetap optimistis dan menargetkan seluruh perbaikan 47 sekolah tersebut bisa rampung secara total pada akhir Desember 2026 mendatang.

‘’Kalau yang APBD belum mulai, tapi kami optimis bisa rampung sebelum tutup tahun,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI


br>

Rekomendasi

...