Pemkab Pati Bangun Pipa dari Sumber Banyumpang


JATENGPOS.CO.ID, PATI — Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan persoalan kekeringan di Dusun Lemahbang, Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, mulai teratasi bulan depan. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan sumber mata air dan pembangunan jaringan distribusi perpipaan.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat meninjau penyaluran bantuan air bersih di wilayah tersebut, Selasa (8/9).

“Insya Allah untuk Dusun Lemahbang ini bulan depan kita realisasikan pembuatan bak penampungan dan pipa distribusi dari sumber mata air Banyumpang untuk kita alirkan ke Dusun Lemahbang. Pokoknya diatasi biar tidak kekeringan lagi,” ujar Chandra.

Menurutnya, sumber mata air di kawasan tersebut pernah dimanfaatkan warga saat musim kemarau. Pemerintah daerah kini menyiapkan perbaikan sumber mata air agar air dapat dialirkan ke permukiman warga secara berkelanjutan.

Baca juga:  DPRD Pati Resmi Ganti Anggota Pansus dari PDI Perjuangan

“Rencana akan ditangani dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” kata Chandra.

Pelaksanaan pekerjaan nantinya dilaksanakan oleh BPBD dengan berkoordinasi bersama DPUTR Kabupaten Pati. Langkah tersebut didahului penetapan SK Bupati terkait status tanggap bencana kekeringan oleh BPBD.

Chandra menegaskan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi bantuan air bersih. Pemkab juga mulai memetakan sumber-sumber air yang lokasinya lebih dekat dengan desa terdampak.

“Jadi tidak hanya kita tiap tahun harus mengirimkan truk tangki. Kami akan mencari sumber-sumber air di wilayah-wilayah terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan ini,” jelasnya saat menyampaikan perkembangan penanganan kekeringan, Senin (7/9).

Pemetaan tersebut diarahkan untuk membangun sistem pemenuhan air bersih yang berkelanjutan. Pemkab Pati juga menyiapkan pembangunan sumur dalam serta penerapan teknologi pengolahan air di wilayah rawan kekeringan.

Baca juga:  Pedagang Keluhkan Atap Pasar Bocor

“Dalam tiga sampai empat tahun ke depan, desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan kita upayakan tidak lagi kekurangan air bersih,” tegas Chandra.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Pati menyiapkan penganggaran teknologi pengolahan air pada 2027. Program penanganan jangka panjang itu ditargetkan menjangkau sekitar 20 desa setiap tahun.

Kegiatan penyaluran bantuan air bersih di Dusun Lemahbang turut diikuti BPBD dan DPUTR Kabupaten Pati.(Ida/rit)



TERKINI

Dinsos Kudus Gandeng APH Bina Belasan Remaja

Rekomendasi

...