Demokrat Karanganyar Olah Lahan Tidur, Panen Perdana Melon Capai 1,6 Ton


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – DPC Partai Demokrat Karanganyar melakukan panen perdana melon dengan hasil sekitar 1,6 ton dari 1.100 batang bibit.

Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar Supriyanto mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyukseskan ketahanan pangan dan menjaga kelestarian alam.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari DPC Partai Demokrat melakukan panen perdana setelah Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digulirkan 14 Agustus. Ini program Pak AHY selaku Ketua DPP atas perintah Bapak Presiden Prabowo untuk ikut menyukseskan ketahanan pangan. Hari ini kita buktikan bahwa program Partai Demokrat di Karanganyar tidak hanya retorika,” ujar Supriyanto, Senin (13/10).

Panen dilakukan di lahan seluas 1.200 meter persegi dari total 3.800 meter persegi yang tersedia. Lahan tersebut sebelumnya bera atau tidak digarap hampir 20 tahun. Dari lahan itu masih ada sebagian tanaman yang belum bisa dipanen.

Baca juga:  Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan, PT Mutu Gading Serahkan CSR Untuk Pekerja Rentan

Menurut Supriyanto, keberhasilan panen ini buah dari kaderisasi di bidang pertanian. Kegiatan diinisiasi oleh salah satu ketua ranting Demokrat di tingkat desa yang memiliki keahlian menanam melon.

“Faktanya hari ini terbukti ketika diusahakan semuanya bisa berjalan dengan baik dan membuahkan hasil,” katanya.

Setelah panen perdana, DPC Demokrat Karanganyar memproyeksikan pengembangan lahan tanam hingga 6.000 meter persegi di area yang sama dengan melibatkan petani muda.

Untuk pemasaran, hasil panen telah memiliki jaringan serapan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, kita punya jaringan dengan SPPG 2.1 dan 2.0. Berapapun tonase yang dihasilkan sudah terserap dengan harga yang cukup bisa diandalkan mengembalikan modal petani,” ujarnya.

Baca juga:  Bea Cukai Surakarta dan Pemkab Boyolali Hancurkan 12,4 Juta Batang Rokok Ilegal

Harga jual ke pasar umum hanya berkisar Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram. Namun melalui SPPG MBG, harga bisa mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram atau 40 persen lebih tinggi dari harga pasar. Pihaknya menilai hal ini menjadi peluang hilirisasi sekaligus penetrasi buah lokal di tengah dominasi buah impor di MBG.

“Ini menjadi penetrasi yang bagus ketika hari ini semua MBG menggunakan buah impor. Kita coba penetrasi masuk bahwa buah lokal juga patut diandalkan untuk mencukupi kebutuhan MBG,” kata Supriyanto.

Sebagai nazar, sebagian hasil panen akan disisihkan untuk pengembangan besalen atau rumah ketenteraman serta berbagi sembako kepada masyarakat. (yas/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...