Peminat Capai 150 %, Pelajar di Sragen Antusias Bus Sekolah Gratis


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Program bus sekolah gratis di Kabupaten Sragen kian diminati pelajar. Bahkan, tingkat keterisian atau load factor armada yang beroperasi saat ini mencapai lebih dari 150 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen Suparwoto mengatakan, saat ini Dishub mengoperasikan enam bus sekolah untuk melayani lima rute. Padahal, berdasarkan survei, terdapat 12 potensi rute di Kabupaten Sragen.

“Saat ini baru melayani lima rute. Bapak Bupati berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan,” ujar Suparwoto.

Lima rute tersebut adalah, Rute A: Tunjungan – Sragen, Rute B: Ngerompol – Sragen, Rute C: Kedawung – Sragen, Rute D: Mbalong – Sragen, Rute E: Sambirejo – Sragen.

Rute A menjadi yang paling padat. Setiap hari rata-rata melayani lebih dari 50 penumpang, padahal bus medium yang digunakan hanya berkapasitas 27–28 tempat duduk. Karena itu, Rute A dilayani dua bus, tetapi tetap kelebihan muatan.

“Orang tua menilai anaknya naik bus sekolah jauh lebih aman daripada naik motor sendiri,” kata Suparwoto.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dishub akan menambah tiga bus baru. Satu bus bantuan dari Kementerian Perhubungan telah terealisasi, satu bus dari CSR Bank Jateng sedang dalam proses pengadaan, dan satu bus lagi dibeli melalui APBD.

Baca juga:  Nadia "Gabin Tape" Klaten Raup Untung Lebih Berkat Lapak Ganjar

Dua bus baru tersebut nantinya bisa digunakan untuk mengganti bus tua atau membuka rute baru, sesuai arahan bupati.

Selain menambah armada, Dishub juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan. Setiap bus akan dipasangi GPS, Wi-Fi, dan CCTV.

“Sehingga orang tua bisa memantau anak saya aman di dalam perjalanan. Busnya sampai di mana bisa kelihatan,” ujar Suparwoto.

Ke depan, Dishub menargetkan menambah dua rute pada akhir tahun ini dan awal tahun depan, dari tujuh potensi rute yang sudah disurvei. Potensi rute baru itu di antaranya Jenar–Sragen, Merbung–Sragen, Pulung–Sragen, Sumberlawang, dan Sukodono. Survei dilakukan dengan berkoordinasi bersama kepala desa, pemerintah desa, dan sekolah untuk memetakan asal dan jumlah murid.

“Dari 12 rute, sudah dilayani lima rute. Mudah-mudahan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, bisa terlayani lebih baik,” katanya.

Program bus sekolah ini telah berjalan sejak 2023. Penggunanya mayoritas pelajar SMP dan SMA, serta sebagian pelajar SD. Bus beroperasi satu kali berangkat pada pagi hari sekitar pukul 06.00 dan satu kali pulang pada siang hingga sore hari, menyesuaikan jam pulang sekolah.

Baca juga:  BMPD Jateng Gelar Donor Darah Triwulan II, Soloraya Target 1000 Kantong

Di luar jam antar-jemput, bus tidak menganggur. Armada dimanfaatkan untuk mengantar siswa ke Sangiran, taman, kegiatan belajar membatik di SIKK, outbound, edukasi keselamatan lalu lintas, hingga ke Damkar.

Dishub menghitung, jika 12 rute terlayani, manfaat ekonominya mencapai sekitar Rp3 miliar per tahun. Angka itu berasal dari penghematan biaya antar-jemput orang tua, termasuk bahan bakar dan waktu kerja yang tersita.

Belum lagi potensi pengurangan kecelakaan lalu lintas pelajar. Berdasarkan data BPS, kerugian ekonomi setiap kecelakaan rata-rata Rp2,1 juta hingga Rp2,5 juta. Angka itu belum menghitung kerugian akibat korban jiwa.

Meski demikian, Dishub masih menghadapi kendala sumber daya manusia. Sopir bus tidak hanya mengemudi, tetapi juga merangkap tugas lain, seperti memperbaiki jaringan lampu PJU, mengoperasikan truk penerangan keliling, hingga melayani uji KIR kendaraan.

“Ini yang menjadi dilema prioritas kami. Ke depan akan kami atur lebih baik lagi,” ujar Suparwoto. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...