JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus meningkatkan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan mahasiswa melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Campus bertema Wujud Nyata Social Health Insurance yang Terpercaya. Kegiatan yang digelar di Universitas Diponegoro (UNDIP), Selasa (28/7), diikuti mahasiswa semester lima Program Studi Kedokteran.
Ketua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UNDIP Santoso mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami sistem penyelenggaraan Program JKN hingga layanan yang diberikan BPJS Kesehatan.
“Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan tentu akan bersinggungan dengan sistem jaminan kesehatan, sehingga kegiatan ini menjadi bekal penting sebelum mereka terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Santoso menjelaskan, pemahaman mengenai mekanisme pembiayaan dalam Program JKN juga penting dimiliki mahasiswa kedokteran. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat diselaraskan dengan pelayanan kesehatan yang akan mereka berikan di masa mendatang.
Ia berharap kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Fakultas Kedokteran UNDIP terus terjalin dengan baik. “Semoga kerja sama ini memberikan manfaat yang semakin besar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Debbie Nianta Musigiasari mengatakan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Karena itu, mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memahami pentingnya semangat gotong royong dalam Program JKN.
“Partisipasi aktif generasi muda menjadi kunci agar Program JKN tetap berkelanjutan. Mereka nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.
Debbie menjelaskan, Program JKN dijalankan dengan prinsip gotong royong, yakni peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit melalui pembayaran iuran. Sistem tersebut memungkinkan peserta memperoleh pelayanan kesehatan dengan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan.
Selain memahami jaminan kesehatan, Debbie mengingatkan generasi muda untuk mulai menjaga kesehatan sejak dini. Menurutnya, kasus penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif dengan peningkatan sekitar 55 persen.
Untuk mendukung pengendalian penyakit kronis pada usia muda, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan Program Pengelolaan Penyakit Kronis Muda (Prolanis Muda) bagi peserta berusia di bawah 45 tahun. Program tersebut bertujuan membantu peserta memantau kondisi kesehatan secara rutin bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Debbie berharap mahasiswa terus meningkatkan literasi mengenai Program JKN dan memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran besar dalam menghadirkan edukasi yang terpercaya mengenai layanan JKN sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat program ini,” pungkasnya.(aln)





