JATENGPOS. CO. ID, PATI – Program PKK SIGAP (Siaga dan Tanggap Bencana) yang dicanangkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Tengah, hadir di tengah bencana kekeringan yang terjadi di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, bersama kader PKK, turun langsung memantau dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga setempat, Selasa (6/10/2026).
Ning Nawal, panggilan akrabnya, ikut membantu sejumlah warga dalam penyaluran air ke galon bekas air mineral. Pada kesempatan itu, sebanyak 10 truk tangki air bersih disalurkan ke Desa Triguno. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kemarau panjang.
Nawal Yasin mengatakan, program PKK Sigab yang diadakan di Pati adalah bentuk kehadiran kader PKK terhadap warga terdampak kekeringan. Tidak hanya distribusi air bersih, tetapi juga ada berbagai pelatihan penanganan bencana dasar, seperti kompresi dada dan nafas buatan.
“PKK Sigab ini adalah siaga dan tanggap bencana. Pada hari ini kita bukan hanya memberikan air yang ada di mobil-mobil tangki. Tetapi juga mengupayakan kader-kader PKK di Pati ini dilatih untuk mitigasi bencananya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Nawal juga memberikan buku panduan PKK Sigab (buku saku) kepada kader PKK untuk memperkuat edukasi kebencanaan. Harapannya, kader terlibat aktif dalam upaya mitigasi dan penanganan berbagai bencana di Jateng, termasuk banjir dan tanah longsor.
Terkait bantuan air bersih, menurut Nawal, hanya solusi jangka pendek. Penanganan jangka panjangnya, Pemprov Jateng terus mengoptimalkan program bantuan desalinasi (mesin pengubah air laut menjadi air siap minum) untuk mengatasi kekeringan.
“Sebenarnya solusi untuk pemberian bantuan berupa air dalam tangki ini hanya menyelesaikan di bagian permukaan. Sehingga ada solusi untuk pengeboran, yang airnya asin itu kemudian bisa diolah lewat program desalinasi,” beber istri Wagub Jateng ini.
Bantuan air bersih tersebut mendapat apresiasi warga. Bagi Suparmi, ibu rumah tangga di Dukuh Putuk Desa Triguno, bantuan air bersih ini sangat membantu, mengingat desanya sudah mengalami kekeringan sejak empat bulan lalu.
Selama ini dia mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan CSR perusahaan. Jika tidak ada bantuan, terpaksa Suparmi harus membeli air dengan harga Rp500 per galon yang hanya dapat digunakan tiga hari.
“Alhamdulillah, bantuan ini meringankan beban masyarakat. Harapannya, tiap tahun mudah-mudahan dibantu air bersihnya. Karena setiap kemarau itu kekeringan,” ucap Suparmi.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, persoalan yang dihadapi warga Desa Triguno bukan sekadar kekeringan saat kemarau. Air tanah juga cenderung payau, sehingga warga sulit mendapatkan air aman untuk kebutuhan sehari-hari.
Dia menegaskan, Pemprov Jateng akan melanjutkan program desalinasi bersama Undip di desa tersebut. Melalui teknologi itu, air payau diharapkan dapat diolah menjadi air yang bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program pemprov, yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujar wagub.
Dalam kunjungan ke Pati, Nawal dan Taj Yasin juga meninjau layanan Speling, Posyandu 6 SPM, PAUD Emas, Adminduk, pelatihan PKK SIGAP, Bazar Pangan Murah, dan lainya. (rit)





