Salurkan Modal Usaha di Karanganyar, Sumanto Ajak Warga Kembangkan Potensi Ayam Kampung


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng), Sumanto, mengajak warga di Kabupaten Karanganyar mengembangkan potensi ternak ayam kampung.

Hal tersebut dia sampaikan saat penyaluran modal usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Balai Desa Jatiyoso, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa, 20 Oktober 2026.

Sebanyak enam kelompok peternak ayam dari sejumlah desa setempat menerima modal usaha tersebut. Masing-masing kelompok mendapat Rp20 juta untuk pengembangan usaha mereka.

Sumanto bilang, ternak ayam kampung memiliki potensi menggerakkan ekonomi untuk usaha kecil mikro dan menengan (UMKM).

“Satu ekor ayam kampung bisa produksi telur 60-100 butir per tahun. Rasa daging gurih dan disukai pasar lokal. Cocok untuk usaha kecil, mikro, dan menengah,” ucapnya.

Memelihara ayam kampung, kata Sumanto, bisa menggunakan kandang dengan desain minimalis, dan praktis. Komposisinya satu ekor ayam jantan dengan sepuluh betina.

“Awasi dari predator tikus dan biawak,” ucapnya.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto memberikan bimbingan saat menyalurkan bantuan modal usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Balai Desa Jatiyoso, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (20/10/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Strategi Hemat Modal Mulai dari Pakan

Baca juga:  Dikeluhkan Warga, PUDAM Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif

Lebih lanjut Sumanto berkata, agar kelompok usaha tak terganjal melulu soal kendala modal. Justru, harus berpikir bagaimana caranya menekan pengeluaran saat beternak ayam kampung.

“Pikirannya jangan modal, tapi sistem. Contoh, kalau memelihara ayam kampung pakai pakan pabrikan semua maka akan habis modal banyak,” ucapnya.

Untuk itu, bilang Sumanto, peternak harus memiliki strategi untuk membuat pakan alternatif. Di mana tak bergantung 100 persen pada pakan pabrikan.

“Memang paling besar pengeluarannya pada pakan. Kalau mau untung, pakan jangan beli, tanamlah jagung,” katanya.

Sumanto mengatakan, seekor ayam kampung dewasa dalam satu hari menghabiskan 200 gram jagung.

Artinya bila memiliki lahan kosong bisa digunakan untuk menanam jagung sebagai salah satu sumber pakan ayam alternatif.

“Untuk kesehatan ayam kampung, sepekan dua kali dikasih kuteja (kunyit temulawak jahe) untuk mencegah virus tetelo atau pileren,” ucap Sumanto.

Bisa jadi Percontohan di Jawa Tengah

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Jateng, Elliya Chariroh, mengatakan, agar modal usaha tersebut bisa jadi manfaatkan secara optimal.

Baca juga:  Komisi C Perintahkan Pemkab Semarang Bina Konsultan Proyek Celosia 2

Dia berharap, dengan kondisi harga telur ayam broiler yang sedang tidak membuat peternak berputus asa. Khususnya peternak kecil.

“Saya yakin dari modal usaha ini bisa berkembang baik, dan bisa jadi percontohan di Jateng,” ucap dia.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karanganyar, Sartono turut menyampaikan aspirasi dari warga setempat. Harapannya, penyaluran KUBE tersebut bisa jadi modal untuk beternak ayam kampung petelur, untuk peternak kecil.

“Saat ini harga pakan naik terus, sementara telur ayam broiler harganya merosot. Alternatif usaha ayam kampung petelur ini, agar peternak kecil tidak di ambang kebangkrutan. Tolong diperjuangkan,” katanya.

Lebih lanjut, Camat Jatiyoso, Mahmud Azis Arifin mengatakan, melaui penyerahan modal usaha KUBE merupakan program pengembangan ekonomi masyarakat.

“Harapannya perekonomian masyarakat bisa berkembang dari pembiayaan ini. Pak Sumanto memberikan satu dukungan bagi warga,” katanya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...