JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus menggelar Early Childhood Art Festival (Ecafest), Rabu (3/6). Even yang bertujuan melatih motorik dan kreativitas anak tersebut, diikuti sebanyak 21 Raudhatul Athfal (RA) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kabupaten Kudus.
Dosen Pembimbing Tari Anak Usia Dini UIN Sunan Kudus, Rakanita Dyah Ayu Kinesti, menjelaskan bahwa Ecafest dirancang untuk membekali mahasiswa dan guru PAUD, dengan referensi bahan ajar berbasis seni. Seluruh konsep pertunjukan, kebutuhan artistik, hingga pendampingan anak dikelola langsung oleh mahasiswa yang berkolaborasi dengan guru lokal.
‘’Tujuannya agar guru memiliki media pembelajaran seni yang bisa diterapkan ke akademik. Metode ini melatih anak bergerak lewat tari, drama, dan fashion show,’’ ujar Rakanita.
Rakanita menambahkan bahwa pengalihan aktivitas ke bidang seni terbukti ampuh membuat anak melupakan gawai mereka,’’Kami berharap kegiatan positif ini terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan anak usia dini di masa mendatang,’’ ujarnya.
Sementara Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Endah Endayani Sam’ani Intakoris, menyebut metode pembelajaran interaktif ini, sangat efektif mendorong anak untuk aktif bergerak, menari, bermain drama, dan tampil percaya diri di depan umum.
Maka, Endah menekankan pentingnya kegiatan luar ruangan ini sebagai solusi konkret untuk membatasi ketergantungan anak pada gawai (gadget). Melalui interaksi kelompok, anak-anak dituntut untuk bersosialisasi dan bekerja sama dalam tim.
‘’Nomor satu bagi saya adalah anak-anak tidak di rumah memegang gadget. Mereka keluar untuk berinteraksi, bersosialisasi, serta menyalurkan bakat dan minat mereka,’’ tegas Endah. (han/rit)



