Zonasi Ketat Hutan Muria demi Lindungi Satwa Langka


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati resmi menerapkan sistem pembagian kawasan hutan berbasis zonasi warna. Langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan fungsi konservasi lingkungan, sekaligus mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Gunung Muria.

Kepala Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Pati, Teguh Umadianto, menjelaskan bahwa sistem ini membagi wilayah hutan menjadi empat zona utama dengan aturan pemanfaatan yang ketat.

‘’Zona Hijau Tua merupakan kawasan hutan lindung murni yang wajib dijaga ketat fungsinya. Kemudian zona Hijau Muda yakni kawasan hutan terbatas yang diperbolehkan untuk aktivitas masyarakat tertentu,’’ ujar Teguh.

Sementara itu, zona Kuning ditetapkan sebagai kawasan tetap yang legal digunakan untuk aktivitas publik, salah satunya sebagai area berkemah (camping),’’Sedangkan zona Putih adalah kawasan bebas untuk aktivitas masyarakat, termasuk sektor pertanian. Di zona ini pula terletak situs purbakala penting Patiayam,’’ tuturnya.

Teguh menambahkan, kelestarian vegetasi di kawasan ini sangat krusial karena Gunung Muria merupakan rumah aman bagi berbagai satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan pantauan Perhutani, fauna eksotis seperti Kancil, Kijang, Elang Jawa, Lutung, hingga Macan Tutul masih menghuni kawasan tersebut.

‘’Satwa-satwa ini tersebar mulai dari Puncak Argowiloso, Jembangan, hingga area hutan perbatasan Kabupaten Kudus dan Jepara,’’ jelasnya.

Sementara itu, memasuki musim kemarau, Perhutani KPH Pati juga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah preventif digalakkan melalui koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait di wilayah setempat.

Baca juga:  UMK Pacu Akselerasi Dampak Lokal dan Reputasi Global

Demi mencegah terjadinya karhutla, Teguh mengaku gencar melaksanakan patroli, edukasi visual di lapangan diperluas dengan memasang spanduk dan banner imbauan di berbagai titik strategis.

‘’Kami dengan tegas melarang aktivitas pembakaran hutan secara sengaja, serta mengingatkan para pendaki dan warga setempat untuk tidak membuang putung rokok sembarangan yang dapat memicu bencana kebakaran,’’ pungkasnya. (han/rit)

===
FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS
TINJAU PROYEK: Kabid Olahraga Disdikpora Kudus, Widhoro Heriyanto meninjau pekerjaan rehabilitasi Kolam Renang Wergu Wetan, Senin (31/8).

Rehabilitasi Kolam Renang Wergu Wetan Dikebut

KUDUS-Pemkab Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mempercepat proses rehabilitasi fasilitas Kolam Renang Wergu Wetan. Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026 ini menelan biaya sekitar Rp396 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disdikpora Kudus, Widhoro Heriyanto, mengungkapkan bahwa fokus utama perbaikan menyasar pada area kolam renang bagian tengah. Kerusakan paling mendesak untuk diperbaiki adalah bagian atap kolam renang yang sudah bertahun-tahun belum pernah tersentuh perbaikan.

‘’Pekerjaan paling utama ada di bagian atap karena memang sudah beberapa tahun belum ada rehabilitasi. Atap yang tadinya berbahan fiber kini kami ganti total dengan material Alderon berukuran 16 x 26 meter yang jauh lebih kuat,’’ ujar Widhoro, saat ditemui di lokasi proyek, Senin (31/8).

Baca juga:  Ratusan Usaha di Kudus Kena Peringatan Keras

Selain perbaikan atap, lanjutnya, proyek ini juga mencakup penggantian lantai kolam dan pembenahan instalasi mekanikal. Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan adalah mengubah posisi mesin pompa air. Posisi mesin dinaikkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari genangan air yang berisiko memicu korsleting listrik.

Proyek yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender ini sudah dimulai sejak 4 Agustus 2026 lalu. Hingga saat ini, progres pengerjaan berjalan sangat positif dan menunjukkan deviasi surplus dari target perencanaan.

‘’Saat ini progresnya sudah mencapai kisaran 49 hingga 50 persen. Ada deviasi positif sekitar 0,7 persen dari target berkala. Kami optimistis seluruh pekerjaan akan rampung tepat waktu pada awal Oktober mendatang,’’ jelasnya.

Ditanya soal pekerja yang diterjunkan, Perwakilan dari Penyedia Jasa CV. Disya Utama Karya, Nanang Wahyudi menyebutkan, untuk pekerjaan lantai kolam renang menerjunkan sebanyak 7 orang, sedang untuk atap sebanyak 5 orang. Guna mengejar waktu kontrak, telah dilakukan penambahan tenaga dari 4 orang menjadi 7 orang.

‘’Kami optimis pekerjaan ini rampung sesuai target karena pekerjaan pompa sudah berjalan di awal. Minggu ini tinggal pemasangan instalasi perpipaan, dan pengecatan tembok pintu masuk,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Pelebaran Ruas Jalan Kudus-Kaliwungu Dikebut

Anak Pengguna Gawai di Kudus Darurat Mata Minus

Rekomendasi

...